Berita Bethel
Penulis: Pram (22/01/2024)

Rakernas BSK 2024 : Sejarah BSK dari Tuhan

Nats Maleakhi 4:5-6 Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.4:6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah. "Ini adalah sejarah BSK, bukan berasal dari GBI tapi dari-Nya," ujar Pdt. dr. Dr. Dwidjo Saputro SpKJ.

 

Hadir Pdt. dr. Josafat Mesach selaku mantan Sekum BPP GBI dan kini Ketua BSK [Bapa Sepanjang Kehidupan] BPP GBI, Pdt. Hengky So, MTh [mantan Ketua BSK], Pdt. Immanuel Gatot [Sekretaris BSK], Pdt. Henoch Budianto, Pdt. Markus Sudarji dan Pdt. Dr. Antonius Natan selaku moderator acara.

  

Pdt. dr. Dr. Dwidjo Saputro SpKJ menyampaikan Allah menciptakan laki-laki dengan tanggung-jawab istimewa untuk melindungi dan membela anak-anak keluarga mereka. "Seorang laki-laki [ayah] juga menjaga jalan-jalan Tuhan dan hidup menurut jalan-jalan-Nya. Jika tak ada ayah maka itu akan menimbulkan bencana [membinasakan] seluruh manusia dan seluruh dunia," ujarnya.

  

Lebih lanjut, ia mengutip data hasil penelitian Barna pada tahun 2006 dengan hasil yang mengejutkan dan sekaligus memprihatinkan. "Dewasa muda Kristen pada usia 20 - 30 tahunan, hidup sesuai dengan Firman Tuhan hanya 6 persen saja," katanya.

  

Menurutnya, diperlukan komunitas para laki-laki untuk saling berbagi pengalaman, saling membangun dan saling belajar. "Komunitas ini terdiri antara lain para laik-laki sebagai ayah muda, ayah tunggal, ayah pertama kali, calon ayah, laki-laki tanpa ayah, ayah yang bersedia menjadi mentor," ujarnya. Nats Galatia 6:7 menjadi ayat penutup pemaparan nara sumber.

  

Pdt. Henoch Budianto mengatakan team akan membangun [jaringan] fasilitator ke BPD-BPD dan BPLN, pelatihan BSK, promo BSK dengan sasaran pribadi dan Gereja lokal. Pdt. Hengky So, MTh [mantan Ketua BSK] mengatakan para Bapa musti berfungsi kembali untuk keluarga, Gereja, kota dan bangsa. "Satukan tujuan, visi untuk bergerak bersama-sama BSK," pesannya. 

  

Rakernas juga menetapkan para fasilitator di tingkat pulau-pulau [wilayah] dalam negeri dan luar negeri yaitu Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, NTB, Bali, Maluku, Papua dan luar negeri. Acara dilanjutkan dengan tanya-jawab.