Berita Bethel
Penulis: Pram (24/06/2015)
Milikilah Mental Seperti Singa


Amsal 30:30 "Singa, yang terkuat di antara binatang, yang tidak mundur terhadap apapun."Banyak hewan yang kuat dan ditakuti di hutan, tapi jika ditanya siapa yang dinobatkan sebagai raja rimba, nama hewan yang akan disebut hanya ada satu, yaitu singa. Mengapa bukan beruang, harimau, buaya, badak atau hewan-hewan berukuran besar dan bergigi tajam lainnya? Entahlah.



Tapi yang pasti, diantara keempat genus Panthera, singa disebut para ahli sebagai yang terkuat. Beratnya bisa mencapai 250 kg dengan panjang kurang lebih 2.7 meter belum termasuk ekornya yang bisa mencapai 1 meter panjangnya. Bentuknya gagah, berkarisma, otot-otot yang kokoh serta gigi yang sangat kuat dalam mengoyak mangsanya.



Singa jantan memiliki memiliki bulu tebal di sekitar leher atau tengkuknya, yang menambah kegagahan singa secara visual. Kalau kita cari dalam catatan sejarah, keberadaan singa sudah ditemukan setidaknya sekitar satu juta tahun yang lalu seperti gambar-gambar yang ditemukan di gua prasejarah, sedang fosil singa pertama berumur 700.000 tahun ditemukan di Italia.



Daniel pernah harus berhadapan dengan sekelompok singa lapar yang ganas karena mempertahankan imannya dan menentang raja, sedang dalam sejarah kita tahu bagaimana kerajaan Roma mempergunakan singa baik sebagai sarana hiburan dengan dipertandingkan lawan gladiator atau untuk menghabisi nyawa mereka yang lebih memilih untuk menyembah Tuhan ketimbang kaisar.



Satu hal yang bisa kita pelajari dari sifatnya, singa tidak pernah takut menyerang atau diserang, meski harus menghadapi sekelompok hewan buas lainnya. Kalau memang perlu, mereka bisa menyerang secara berkelompok. Singa juga dikenal sebagai pemangsa hewan-hewan berukuran besar. Dengan data fakta seperti ini, singa tentu pantas mendapat predikat sebagai raja rimba, predikat yang sudah disandang selama ratusan ribu tahun.Alkitab pun menjadi salah satu sumber catatan yang penting mengenai singa, karena di dalam kitab Amsal singa disebutkan sebagai yang terkuat. "Singa, yang terkuat di antara binatang, yang tidak mundur terhadap apapun." (Amsal 30:30).



Ada banyak tokoh bermental baja di dalam Alkitab, salah satunya tentu Daud yang dengan mentalnya berani maju menghadapi raksasa Goliat karena yakin bahwa selama Tuhan ada besertanya, tidak ada satupun yang tidak sanggup ia kalahkan. Dari kisah lengkapnya di 1 Samuel 17 kita mendapat gambaran jelas bahwa Goliat beserta prajurit Filistin sudah 40 hari lamanya mengintimidasi mental prajurit Israel. Tidak satupun dari prajurit-prajurit terlatih dan berperlengkapan perang baik ini berani maju.



Mereka juga pasti sudah punya pengalaman bertempur, tapi pada kenyataannya mereka masih tidak berani maju menghadapi lawan karena belum apa-apa sudah kalah mental. Tidak demikian halnya dengan Daud. Meski ia masih sangat muda, belum pernah bertugas di ketentaraan dan sehari-hari hanyalah dipekerjakan sebagai gembala ternak ayahnya, tapi ternyata Daud jauh lebih berani dibandingkan tentara Israel bahkan raja pada waktu itu yaitu Saul. Seorang Daud kecil bisa mengalahkan keberanian sekelompok tentara Israel dan raja, tanpa memiliki peralatan perang dan perisai apa-apa? Yang membedakan adalah mentalnya, sebuah mental yang didasarkan oleh kepercayaan teguh kepada Tuhan yang ia ketahui tidak pernah meninggalkannya.



Dari contoh Daud saat mengalahkan Goliat kita bisa melihat sebuah sikap mental tidaklah tergantung dari kelengkapan peralatan yang dimiliki. Sikap mental tidak tergantung dari berapa banyak uang yang ada, kekuatan otot, keahlian, gelar, keilmuan dan lain-lain. Ini merupakan hal yang masih sering dilupakan orang. Banyak orang mengukur kekuatannya hanya berdasarkan faktor-faktor fisik dan tinggi rendahnya ilmu sementara mereka mengabaikan sisi psikisnya.



Maka tidak heran kita melihat banyak orang yang gagal bukan karena mereka tidak sanggup, kurang pintar, kurang skill dan sejenisnya, tetapi justru karena mental mereka yang lemah. Daya juang yang rapuh, semangat yang gampang pudar, rasa takut akan kegagalan, mengukur kapasitas diri terlalu kecil dan cenderung memandang kepada besarnya masalah atau tantangan. Semua ini seringkali membuat orang menyerah sebelum bertanding.



Oleh karena itu kita memerlukan sebuah mental baja yang tidak kenal takut layaknya singa, seperti gambaran mental yang dimiliki oleh Daud. Lewat Daud pula kita bisa belajar bahwa sebuah mental yang kuat akan sulit dibangun dengan mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri, tetapi akan bisa tumbuh jika kita berpusat kepada Allah yang punya kuasa melebihi segalanya.[Sumber : e-RH/Foto:  Anak Singa / Istimewa]