Berita Bethel
Penulis: Pram (29/01/2024)

TFT DPA 2024 : Waspadai Putus Asa & Depresi

Fokus pelayanan untuk generasi muda menjadi fokus utama kegiatan TFT [Training For Trainers] Departemen DPA BPP GBI selama tiga hari di Graha Bethel, Jakarta [23-25 Januari 2024]. Para nara sumber berasal dari pelayanan First Priority. Acara dibuka Ketua Departemen DPA BPP GBI, Pdt. Jeffry Daniel Fam.

Sesi pertama sebagai nara sumber yakni Peter Shinde menekankan pelayanan yang memberikan dampak positif dan menjangkau anak-anak muda. Ia pun prihatin soal tingkat kematian remaja akibat bunuh diri dengan rentang usia 15-19 tahunan di seluruh dunia. "Rata-rata pemicu kasus ini adalah depresi dan putus asa," ujarnya dengan nada prihatin. 

Nara sumber berikutnya, Benny Proffitt mengatakan anak-anak muda menjangkau anak-anak muda juga. "Masih banyak anak-anak muda yang belum datang ke Gereja. Ubahlah kondisi anak-anak di jalanan menjadi pelayan-pelayan Tuhan, " katanya.

Benny Proffitt mendorong pelayanan anak-anak muda dimulai dengan membangun suatu hubungan, bicara soal kebenaran dan kasih-Nya. Ia memberikan contoh dari Alkitab soal pemilihan dua belas murid Yesus kemudian dilanjutkan dengan menjadikan mereka ciptaan baru, Yudas yang akhirnya berkianat, diganti dengan orang lain oleh Yesus. "Apakah anda sudah mengembangkan pemimpin ?, apakah anda melakukan pemuridan, apakah anda sudah menjangkau anak-anak muda yang terhilang ?, "tanyanya.

Menurutnya, Injil Matius menuliskan pemberitaan kabar baik untuk semua bangsa, sedangkan Injil Markus menuliskan lebih luas yakni kepada setiap orang. Definisi murid Kristus yang sebenarnya, ia kutip dari nats Lukas 6:40.

Keberhasilan pelayanan Yesus Kristus kata Benny Proffitt karena Ia melakukan langkah-langkah yaitu doa, mengembangkan team kepemimpinan, menetapkan skala prioritas, pelayanan kreatif, pembelajaran, dan penyembahan. 

Philip Dovodas menyampaikan rasa prihatin berkaitan dengan krisis yang melanda anak-anak muda di dunia [2 Kor 4:4]. "Angka bunuh diri di Korea Selatan tinggi dan kini perlu langkah penyelamatan jiwa-jiwa anak muda [Kolose 1:13]. Kondisi ini berdasarkan fakta-fakta antara lain pornografi di HP, hilang harapan, rasa ketakutan, terikat dosa, kebencian kepada Kristus, akhirnya menuju ke kematian tubuh dan jiwa. Perlu peperangan rohani [Efesus 6:12]," tegasnya.

Ia berpandangan saat ini mendesak diperlukan langkah-langkah lain seperti keterlibatan [Gereja, hamba Tuhan] dalam pelayanan anak-anak muda, melengkapi, dan memperkuat mereka. "Ciptakan wadah untuk mereka, berikan kesempatan mereka untuk melayani anak-anak muda juga," katanya.

Hal senada ditegaskan Mark Saymor perihal pelayanan prioritas buat anak-anak muda. Langkah-langkah strategis ini menurutnya terdiri dari pelatihan, memberikan kesempatan anak muda untuk memimpin pelayanan, sementara itu orang dewasa melatih dan membimbing, membentuk komunitas, struktur kepemimpinan inti, menyusun [rencana, program] yang mudah diterapkan. "Perlu pemuridan, pemberdayaan, kesatuan hati [Yohanes 17:21], dan kepemimpinan," pungkasnya. Nara sumber lainnya yakni Kim McCurdy, dan Cindy Lim.