Berita Bethel
Penulis: Pram (31/01/2024)

Rakernas Pelmas 2024 : Singkirkan Tiga Halangan Visi

Tiga halangan utama untuk mencapai visi disampaikan Pdt. Ir. Wiryohadi, Ketua II BPP GBI pada sesi Rakernas di Graha Bethel, Jakarta [Rabu, 31/1]. Nats pertama ia kutip dari Amsal 29:18 Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.


Membuka presentasinya, nara sumber menegaskan visi tak bisa dicapai dengan waktu singkat [tiba-tiba] tetapi selangkah demi selangkah. Ia mengatakan visi adalah apa yang hendak dikerjakan, dicapai [Pelmas] untuk satu tahun ke depan. Ia kemudian mengutip ayat Yesaya 46:10 versi NKJV Declaring the end from the beginning, And from ancient times things that are not yet done, Saying, ‘My counsel shall stand".

 

Nara sumber membagikan tiga halangan mencapai visi yaitu Pertama, penerima visi tidak memahami sifat dasar visi. Sifat dasar itu menurutnya visi sangat jelas. "Jangan berkata sesuatu hal adalah tidak mungkin, tidak bisa," tegasnya. Ia berpesan agar penerima visi tidak mempunyai iri hati dan memiliki sifat berkompetisi [bersaing] dengan pihak lain.

  

Kedua, penerima visi tidak memahami harga sebuah visi. "Ada harga yang harus dibayar untuk [seseorang, kelompok] yaitu rajin, paham bahwa sukses tak bisa bisa diraih seketika tetapi tahap demi tahap. Visi selalu lebih besar daripada kegagalan dan kesalahan yang kita telah perbuat," pesannya.

 

Ketiga, penerima visi tidak memahami untuk mencapai visi ada proses-proses yang musti [seseorang, kelompok] lewati. Sesi berikutnya adalah kejutan untuk nara sumber yang berulang tahun pada hari ini [31 Januari 2024] dengan performance drama singkat peserta untuk memberikan surprise kepada beliau.

 

Puncak acara Pdt. Ir. Wiryohadi menerima sebuah tumpeng. Ia kemudian memotong pucuk tumpeng dan diserahkannya kepada Ketua Departemen Pelayanan Masyarakat BPP GBI [Pdt. Daniel Edy Prayitno], sembari peserta menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun. Keterangan foto : Foto bersama peserta dengan nara sumber [foto atas]. Nara sumber menerima sebuah lukisan diri dari Panitia [foto kanan bawah].