Berita Bethel
Penulis: Pram (02/02/2024)

Rakernas Pelmas 2024 : Mensos Risma Apresiasi Pelmas GBI

Tayangan video singkat berisi ucapan terima-kasih Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini [Risma] kepada Departemen Pelayanan Masyarakat BPP GBI atas peran serta aktif di seluruh Indonesia. "Semangat terus untuk kebaikan masyarakat Indonesia. Selamat Melaksanakan Rakernas,"ucapnya. Video ini dibawa oleh Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI, Robben Rico.  

Hadir pada acara ini yakni Drs. Andi Hanindito M.Si [pendiri Taruna Siaga Bencana] Kemensos RI, foto posisi duduk pertama dari kiri dan Ketua Departemen Pelmas, Pdt. Daniel Edy Prayitno [foto posisi duduk paling kanan]. Rakenas digelar secara onsite dan online di Graha Bethel, Jakarta [Rabu, 31/1].

Nara sumber, Robben Rico menyampaikan presentasi yang bertemakan Kapasitas dan Peranan Taruna Siaga Bencana dalam Penanggulangan Bencana Kemensos RI. 

Membuka presentasinya, ia mengatakan bencana tak bisa diprediksi. "Perlu perubahan dan percepatan layanan pendistribusian logistikke lokasi bencana," tegasnya. Kondisi ini berdasarkan pengalamannya sendiri ketika membawa logistik ke lokasi bencana ke Adonara dan Lembata. "Ditambah lagi Indonesia yang terdiri dari banyak kepulauan, lautan dengan wilayah yang luas," tambahnya.

Lebih lanjut, ia membagi tiga bagian besar dalam memberikan respons dan bantuan ke lokasi-lokasi bencana yaitu : 1. Pra Bencana [kemampuan sosial, lumbung sosial, KSB, gudang bufferstock, peralatan, evakuasi dan Sumber Daya Manusia].2. Saat terjadi bencana [asistensi sosial]. 3. Pasca Bencana [pemulihan sosial, recovery].

Ia berpesan agar pihak pemberi bantuan, Tagana selalu berkoordinasi dengan perwakilan [petugas] Kemensos RI di lokasi bencana. "Pemberian bantuan berupa makanan cepat saji jangan terlalu berlebihan. Silahkan disiapkan juga bantuan berupa pampers buat lansia dan anak-anak, minyak gosok, pakaian layak pakai dan lain-lain," pesannya.

Pemilihan lokasi sasaran penerima bantuan juga perlu menurutnya. "Jangan ngumpul untuk salurkan bantuan ke lokasi aman dan mudah dijangkau saja," katanya.

Nara sumber kemudian mempresentasikan secara visual lokasi penempatan tenda pengungsi korban bencana alam di Lumajang, Jawa-Timur. "Tak hanya dirikan tenda saja, tapi fasilitas penting jangan diabaikan antara lain sarana toilet, kamar mandi, tempat ibadah, penyediaan air bersih, sekolah darurat, fasilitas cuci pakaian [laundri] gratis, listrik, layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga baru, dan lain-lain, "ujarnya menutup presentasi.