Berita Bethel
Penulis: Pram (05/04/2024)

Camp Pria Bethel : Jadilah Pintu Berkat, Bukan Pintu Neraka !

Pentingnya membangun suatu keluarga ditekankan pada sambutan Ketua Departemen Keluarga Pdt.Antonius Sitompul, MTh.[foto kiri atas]. Ia mengatakan untuk membangun suatu keluarga, tak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri [parsial] melainkan merupakan suatu kesatuan mulai dari kehidupan bayi sampai meninggal dunia. "Keluarga sehat adalah keluarga yang kuat. Bulan Keluarga akan dilaksanakan pada Juni 2024 dan akan diisi dengan konferensi nasional," tegasnya.

Ia bicara ketika mengawali sesi Camp Pria Bethel Indonesia dengan tema Dari Pria Bethel Indonesia Menuju Bapak Sepanjang Kehidupan. Penyelenggara adalah Biro Pria Bethel Indonesia Departemen Keluarga BPP GBI di Graha Bethel, Jakarta [5-6 April 2024].

Sesi pertama, Pdt. Markus Sudarji  [foto utama] mengatakan usai Camp ini marilah pulang untuk menjadi keluarga buat anak dan istri. Selain itu, para peserta dipersiapkan untuk melatih di BPD GBI, Perwil,  dan Gereja lokal masing-masing. "Tujuannya kita bertemu salah satunya adalah berjejaring," katanya.

Ia mengutip I Korintus 15:45 "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. "Anda mau menjadi pintu berkat atau sebaliknya ?," tanyanya.

Menurutnya, pria seharusnya menjadi pintu berkat tapi malahan menjadi pintu neraka. Ada kasus a-susila pria di Afrika yang melakukan hubungan seks dengan monyet besar. Timbul AIDS ke seluruh dunia. "Kita akan menjadi pintu berkat. Tujuan Tuhan untuk pria sejati yakni kita dipulihkan sehingga menjadi pintu gerbang berkat," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan Adam seharusnya menjadi pintu berkat untuk menghadirkan Kerajaan Allah di bumi ini. Tujuan Tuhan agar terjadi pemulihan bagi keluarga dan menjadi pintu gerbang berkat bagi keluarganya.

Cara seorang pria alami pemulihan seperti kehidupan Zakheus, Lukas 19:6-10 terjadi dengan cara : Pertama, kerendahan hati. Kedua, membuka hati. Kehidupan Zakheus berubah dengan mengembalikan uang hasil pemerasan berlipat kepada para korbannya.

Pada akhir pemaparannya, nara sumber mengajak doa para peserta agar melakoni kehidupan dengan penuh kerendahan hati dan membuka hati.