Berita Bethel
Penulis: Pram (05/04/2024)

Camp Pria Bethel: 5 Penghalang Potensi Maksimal Pria

Waspada dan hindari dosa percabulan, sebab tindakan ini bisa menjadi penghalang potensi maksimal seorang pria. Hal ini disampaikan Pdt. Gideon Simbolon [sesi III] pada acara Camp Pria Bethel Indonesia yang mengusung tema Dari Pria Bethel Indonesia Menuju Bapak Sepanjang Kehidupan. Acara ini diadakan oleh Biro Pria Bethel Indonesia Departemen Keluarga BPP GBI di Graha Bethel, Jakarta [5-6 April 2024].

 

Ia memaparkan 5 penghalang potensi maksimal Pria : Poin pertama, seseorang pria melakukan kejahatan [1 Korintus 10:6  pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah].Menurutnya, karakter busuk bersumber dari hati, kemudian berkembang ke arah cara berpikir, merasakan dan melakukan kejahatan [dosa].

  

Ia kemudian memberikan sebuah contoh yakni sepotong kayu busuk yang membusuk pada bagian dalam, namun kondisi ini tak  di bagian luar. "Kepentingan diri sendiri diutamakan, bukan untuk Tuhan adalah kejahatan. Iri hati, kepentingan diri sendiri adalah perbuatan jahat", ujarnya.

     

Tindakan lain yang musti dihindari seorang pria berkaitan dengan pemuasan diri sendiri [egois]. nara sumber membacakan nats Yakobus 3:16 Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. Hawa nafsu mengambil.

  

Sebaliknya katanya,lawan egois adalah kasih [Yohanes 3:16]. "Egosi sifatnya meminta, mengambil namun sebaliknya kasih adalah memberi," ujarnya.

  

Poin kedua, penyembahan berhala. Bentuk masa kini bisa berupa jabatan, uang, media sosial. Ia menegaskan pada masa Perjanjian Lama, seorang bayi, anak-anak dipersembahkan kepada Dewa Molokh. "Sekarang dewa ini digantikan dengan kesibukan pelayanan dan bisnis. Berhala sekarang bercirikan selalu meminta, menyita [waktu, perhatian] keluarga. Bahaya jika anak, keluarga merasa kesepian karena ditinggalkan seorang ayah yang terlalu berlebihan pergi pelayanan," tegasnya.

  

Poin ketiga, perbuatan percabulan [I Kor 10:8]. Melakukan seks dengan perempuan lain adalah percabulan. Banyak pria sulit lepas dari dosa percabulan karena tiga hal : 1. Banyak pria tidak melihat dosa percabulan seperti Tuhan melihat. 2. Banyak pria melihat konsep psikologi di dalam mereka. 3. Banyak pria melihat dosa bukan sebagai dosa tapi masalah.

  

Ia mengingatkan bahwa Allah tegas terhadap dosa percabulan seperti tertulis pada nats I Korintus 5:11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

 

Poin keempat, mencobai Tuhan dalam bentuk menuntut Allah melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kehendak dan karakter-Nya [I Korintus 10:9]. Termasuk imbuhnya pria yang mengkonsumsi makanan, minuman secara sembarangan, porsi makanan berlebihan dan minuman yang merusak tubuh.

  

Poin kelima, melakukan persungutan, menggerutu, mengomel terhadap keadaan. Sesi lanjut masuk ke istirahat untuk makan siang.