Berita Bethel
Penulis: Pram (05/04/2024)

Camp Pria Bethel: Jangan Hidup Munafik !

Pria dan Emosionalnya menjadi tema presentasi Pdt. Sulistiyo Teta pada sesi IV Camp Pria Bethel Indonesia dengan tema Dari Pria Bethel Indonesia Menuju Bapak Sepanjang Kehidupan. Acara ini diadakan oleh Biro Pria Bethel Indonesia Departemen Keluarga BPP GBI di Graha Bethel, Jakarta [5-6 April 2024].

Membuka pemaparannya, ia mengatakan Abraham walaupun sudah tua namun secara seksual masih berfungsi dengan normal, sebagai hasil ia hidup erat dengan Tuhan. Demikian juga dengan kondisi istrinya.

Lebih lanjut, nara sumber membahas soal mengelola [keredaan] emosional, dengan cara berdasarkan pada nats I Timotius 2:8 [Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan]. "Apa yang anda katakan, berasal dari apa yang anda percaya. Pria harus serupa dengan Yesus Kristus. Termasuk tangan yang kotor berasal dari apa yang ia percaya," tegasnya.

Secara detail, ia menjelaskan agar tangan [pria] jangan dikotori perselisihan, kekejian dan menumpahkan air mata [orang lain, keluarga]. "Jangan hidup dalam kemunafikan," tambahnya.

Berkaitan dengan tema presentasinya, ia mendorong agar para pria memiliki sikap berani mengakui kesalahan dosa dan bertanggung-jawab.

Untuk mencapai hal itu, para pria harus memiliki kerendahan hati untuk mengampuni dan diampuni. Ia mewmberikan contoh soal Kain tidak dapat mengampuni kekurangan dirinya dan menerima kelebihan orang lain [Habel]. Bahkan, Kain tidak dapat menerima kedaulatan Allah.

Kain memilih untuk tetap menyimpan kemarahannya, kepahitannya, dendam dan bahkan ada bersikap menghakimi. Kain menjadi hakim sendiri dengan membunuh adiknya. "Belajarlah saling memaafkan dan mengampuni," tutupnya.