Berita Bethel
Penulis: Pram (05/04/2024)

Camp Pria Bethel: Berprinsip Lembut & Tegas

Sesi V Camp Pria Bethel Indonesia dilayani Pdt. Christian Nicolas Sasiang. Presentasinya berjudul Pria dan Prinsip-Prinsip Hidupnya, satu kegiatan Biro Pria Bethel Indonesia Departemen Keluarga BPP GBI. Tema acara : Dari Pria Bethel Indonesia Menuju Bapak Sepanjang Kehidupan, bertempat di Graha Bethel, Jakarta [5-6 April 2024].

Nara sumber mengutip Maleakhi 4:6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

Ia membagi pria menjadi empat tipe : 1. Tinggi ketegasan, rendah kelembutan menghasilkan anak-anak pemberontak.2. Rendah ketegasan, tinggi kelembutan menghasilkan anak-anak manja.

3. Rendah ketegasan, rendah kelembutannya menghasilkan anak-anak gampang. 4. Tinggi ketegasan, tinggi kelembutan menghasilkan anak-anak yang berprinsip ilahi.

Dengan nada memperingatkan bahwa anak-anak bisa terhilang jika para Bapak tak punya waktu buat mereka. "Perlu seorang Gembala untuk mengatur waktu buat istri, anak-anak di rumah. Di sela-sela pelayanan [penggembalaan]," katanya.

Sebagai pemimpin, ia berpesan para pria, hamba Tuhan pun perlu Bapa Rohani. Para pelayan Tuhan perlu penguasaan diri, jika tidak akan menghasilkan anak-anak pemberontak.

Nara sumber dan Pdt. Markus Sudarji pada sesi terakhir membagikan tentang pria akan belajar memiliki hidup berprinsip lembut lembut dan tegas : 1. Belajar dari karakter Yesus Kristus. Ia tegas namum lemah-lembut [Matius 11:20-21 dan 28-30].

Matius 11:20 Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:11:21 "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.

Matius 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

2. Belajar mengenal Bapa Surgawi [Yohanes 14:8-9]. Hal ini bisa dicapai dengan cara mengenal Bapa di Surga melalui Bapa jasmani. Gambaran Bapa jasmani di rusak iblis. Bapa dengan karakter diktator atau Bapa yang lemah. "Jika figur Bapa sudah pulih dalam hidup anda, maka anda harus menjadi Bapa bagi keluarga dan orang lain sehingga ada keseimbangan," tutupnya. 

Tak hanya satu arah saja, nara sumber memberikan kesempatan kepada para peserta untuk membentuk kelompok-kelompok diskusi.