Berita Bethel
Penulis: Pram (13/05/2024)

TFT MSK : Waspadai Penghalang Kebangunan Rohani

Masalah gangguan pertumbuhan rohani antara orang percaya dengan Tuhan Yesus Kristus mendapatkan atensi Pdt. Dr. Joko Prihanto. Ia membahas secara ringkas Modul II yang bertemakan Sejalan dengan Yesus Kristus. Ia menjadi nara sumber TFT [Training For Trainers] Menjadi Seperti Kristus [MSK] yang diadakan Bidang Pemuridan BPD DKI Jakarta.

 

Pelatihan ini ditujukan untuk para Gembala, Wakil Gembala, dan Pengerja GBI Jakarta bertempat di Graha Bethel, Jakarta [Senen, 13/5].Ketua BPD GBI DKI Jakarta, Pdt. Kiki Tjahyadi hadir untuk membuka pelatihan dengan sambutan singkat. Sementara itu, Pdt. Elider Tampubolon, MTh sebagai moderator.

 

Menurutnya, penghalang kebangunan rohani orang percaya disebabkan beberapa hal : 1. Tidak ada keterbukaan. 2. Kesombongan. 3. Tidak ada gairah di dalam mengikuti Tuhan Yesus. 4. Tidak percaya Roh Kudus. Pdt. Dr. Joko Prihanto mengutip nats KIS 1:8 dan KIS 2:2.

  

Ia mengatakan suatu perjalanan rohani orang percaya ada terobosan terus. "Sejak pertobatan sampai hari ini seharusnya ada peningkatan. Caranya melalui pikul salib, meneladani sikap hidup dan komitmen bersekutu di dalam penderitaan Yesus Kristus. Perlu mentaati Firman Tuhan, seperti tertulis dalam nats Roma 1:6," ujarnya.

  

Nara sumber menegaskan soal tolok ukur benar atau salah ada dalam Firman Tuhan. "Benar dan salah garisnya saat ini tidak jelas batasnya, beda-beda tipis," ujarnya dengan prihatin.

   

Ia menyampaikan soal pentingnya orang percaya menghasilkan buah roh dalam kehidupan sehari-hari [Galatia5:22-23], sebab Firman Tuhan memperbaiki kelakuan [2 Timotius 3: 15-16].

  

Semakin dekat dengan Roh Kudus, menurutnya seseorang percaya akan mengerti kehendak-Nya. "Hindari keras kepala dan tak mau percaya kepada-Nya [2 Kor 4:3-4], sikap pelayan [diakonos] Kristus sejati dengan melakukan perintah-Nya [Lukas 12:35-47]. Siap sedia kapanpun. Artinya selalu berjaga-jaga dan setia dalam perkara-perkara kecil," katanya.

  

Nara sumber menegaskan orang percaya sebagai pengelola berkat Tuhan, bukan pemilik. "Menjaga sikap hati bukan sebagai pemilik. Jangan fokus kepada uang, tetapi fokuslah kepada hati. Waspadai kehidupan hedonisme [pamer kemewahan] seperti anak yang hilang.  Kembalikan persepuluhan kepada Tuhan dan berikanlah persembahan ucapan syukur, dan mengucap syukur untuk kondisi saat ini," ujarnya.

 

Ia berpesan bahwa Tuhan Yesus menunggu hasil buah-buah dari kita. Ia mengingatkan jika orang percaya tidak menghasilkan berbuah, tak berguna, Tuhan bakalan memotong dia. Orang percaya perlu memiliki penguasaan diri dan mempunyai kekuatan khusus untuk mengampuni orang lain.

   

Pada sesi akhir, ia membahas soal panggilan untuk memuridkan dan dimuridkan. Berdasarkan Firman Tuhan, Yesus Kristus memuridkan, Dia memberikan tudung rohani [membapai]. "Kita harus menghasilkan buah. Tinggalkan warisan iman bagi orang lain [Mazmur 90:10]. Hubungan antar keluarga dalam kondisi baik, sehat," tutupnya.

 

KIS 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.