Berita Bethel
Penulis: Pram (16/05/2024)

TFT MSK : Ajak Jiwa Baru Hidup dalam Komunitas

Komunitas memiliki peranan penting dalam pelayanan, khususnya lingkup Komunitas Sel [Kom-Sel, Community of Love]. Hal itu ditegaskan Pdt. Sammy Mandik SE sebagai nara sumber TFT [Training For Trainers] Menjadi Seperti Kristus [MSK] yang diadakan Bidang Pemuridan BPD DKI Jakarta di Graha Bethel, Jakarta [Selasa, 14/5].

 

Pelatihan ini ditujukan untuk para Gembala, Wakil Gembala, dan Pengerja GBI [13-14 Mei 2024]. Ketua BPD GBI DKI Jakarta, Pdt. Kiki Tjahyadi hadir untuk membuka pelatihan dengan sambutan singkat. Sementara itu, Pdt. Elider Tampubolon, MTh sebagai moderator.

 

Pdt. Sammy Mandik SE menyampaikan beberapa poin penting berkaitan dengan pelayanan Komunitas Sel. Ia bicara soal pemuridan yang musti dikerjakan Gereja, pelayan Tuhan, Kelompok Sel secara kolaborasi, sesuai dengan nats Lukas 6:12-16 "6:12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.6:13 Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:....."

 

Ia juga mengutip nats Matius 28:18-20. Sesuai dengan Firman Tuhan, para jiwa baru dihimpun dalam wadah persekutuan agar mengalami pertumbuhan rohani dan menerima pengajaran yang Alkitabiah. Ia membacakan Matius 9:35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.

 

Pelayanan Yesus Kristus kemudian dilanjutkan para murid-Nya, salah satunya Petrus yang berkotbah kepada banyak orang pada hari Pentakosta.

   

Orang percaya harus hidup dalam komunitas sebab Alkitab mencatat hal yang sama yaitu Allah Tri Tunggal, Yesus memuridkan 12 orang dan Firman Tuhan mengajarkan soal membangun keluarga rohani [Efesus 2:19-22].

 

Ia mengatakan Kelompok Sel adalah gaya hidup seperti jemaat mula-mula dengan tujuan menjadikan orang percaya murid Kristus [Matius 28:18-20], Menjangkau jiwa terhilang, menghadirkan Kerajaan Allah di lingkungan sekitar [Matius 5:13-16, Roma 14:17].

 

Selain itu, Kom Sel bertujuan untuk membentuk karakter, mempertajam karunia-karunia Roh Kudus untuk membangun tubuh Kristus, melahirkan dan mengutus pemimpin baru, melindungi orang percaya dari pengaruh dunia.

  

Namun, nara sumber mengingatkan para pelayan Tuhan yang melayani di Kom Sel perlu menerapkan pola pelayanan dengan kerendahan hati, bukan otoriter.

 

Karakteristik pelayanan Tuhan Yesus ia bagikan sebelum menutup presentasinya yakni Membapai [Fathering], Mengajar [Teaching], Melatih [Coaching]. Sesi dilanjutkan dengan tanya-jawab.