Berita Bethel
Penulis: Pram (02/06/2024)

SMD DKI Jakarta : Gereja Tumbuh Sehat & Berdampak

Untuk mencapai pertumbuhan Gereja yang sehat dan bisa memberikan dampak yang positif, Ketua Umum BPP GBI, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, MTh menyampaikan hal-hal apa saja yang musti dilakukan secara bersama-sama antara Gereja, Gembala, dan para pelayan Tuhan. Ia hadir sebagai nara sumber pada acara SMD khusus Gembala GBI di GBI Glow Fellowship Center, Jakarta [Selasa, 28/5]. 

Menurutnya, hal itu sesuai dengan kerinduan-Nya dan Gereja, para hamba Tuhan musti menyingkirkan hambatan-hambatan tertentu agar Gereja menjadi sehat. "Gereja yang sehat akan mengalami pertumbuhan secara kuantitas sesuai dengan KPR 2:41, 4:4. Perkembangan murid-murid Yesus semula 12 murid kemudian berkembang menjadi 500, 3.000, 5.000 orang dan seterusnya," rincinya. 

Tak hanya pertumbuhan kuantitas saja, melainkan Gereja yang sehat akan mengalami pertumbuhan secara kualitas seperti tertulis pada nats KPR 2:42-47, jemaat mula-mula bertumbuh dalam persekutuan, menolong, berdoa, dan menjadi saksi. Tak bisa dipungkiri juga, Gereja menghadapi kompleksitas pelayanan [KPR 6:1-7], soal pengangkatan para pemimpin baru yakni tujuh diaken yang bertugas membantu para rasul dalam pelayanan diakonia.

Lebih lanjut, ia menambahkan gereja yang sehat dan bertumbuh adalah melakukan Amanat Agung, termasuk melakukan penyembahan, pelayanan, PI, persekutuan [kom-sel, ibadah], pemuridan, konseling.

Menurutnya, Gereja musti mempunyai sistem kepemimpinan yang memberdayakan jemaat, sperti Yesus melatih 12 orang murid. "Gereja bertumbuh karena kuasa Roh Kudus dan jemaat haus terhadap perkara-perkara rohani, serta hidup seperti jemaat mula-mula, perlu menjangkau jiwa generasi muda, salah satunya melalui pelayanan di media sosial," ujarnya.

Selain itu, Gereja harus bertumbuh secara sehat baik dari sisi kuantitas dan kualitas, di dalamnya ada program, anggaran, pemilihan pelayan Tuhan yang baik seperti masa jemaat mula-mula.