Berita Bethel
Penulis: Pram (10/07/2024)

PEMUDA & ANAK GBI : PAHAT CAMP 2024 “SEMAKIN DI PAHAT MAKIN BERSINAR”

Persekutuan Anak Hamba Tuhan Gereja Bethel Indonesia atau akronim disebut PAHAT GBI melaksanakan program PAHAT CAMP 2024 dengan mengusung tema “THE PURPOSE” dengan Tagline “Makin di PAHAT Makin Bersinar”. Kegiatan ini dikomandoi oleh Pdp. Adrian Luther, S.Pd.K sebagai Ketua Biro PAHAT Pengurus Pusat Pemuda dan Anak GBI yang juga di bantu oleh tim panitia yang terlibat di dalamnya. Para peserta PAHAT Camp ini ialah anak-anak yang orang tuanya adalah Pejabat (Pdp, Pdm,Pdt) dan Gembala di lingkup Sinode GBI. Para peserta yang hadir, berasal dari wilayah Jakarta, Banten, dan Bekasi.

Pelaksanaan PAHAT Camp ini sudah dipersiapkan dengan matang dari proses awal hingga pada proses pelaksanaannya. Para panitia yang terlibat di dalamnya ialah anak Gembala-gembala di Sinode GBI dengan total 16 panitia dan diikuti oleh 78 peserta. PAHAT Camp ini dilaksanakan selama 2 hari, yakni Kamis, 04 Juli s/d Jumat, 05 Juli 2024 berlokasi di Villa Bukit Pinus, Bogor.

Para pembicara yang membawakan sharing dalam PAHAT Camp 2024 ini di antaranya; Pdt. Vanny Paendong, M.Pd.K, Pdm. Jeffry Daniel Fam, S.Th, Pdm. Jessica Abraham, M.Th, Pdm. Yehuda So, M.Th, dan Pdp. Adrian Luther,S.Pd.K.


Hari Pertama, Kamis 04 Juli 2024

Titik berangkat menuju Lokasi PAHAT Camp dibagi menjadi dua yakni Banten di BSD dan Jakarta di Graha Bethel. Para peserta berkumpul di titik lokasi dan jam yang sudah ditentukan oleh panitia, yakni sebelum pukul 09:00. Tepat pada pukul 09:10, bis berangkat menuju lokasi PAHAT Camp di Villa Bukit Pinus. Perjalanan memakan waktu sekitar 100 menit. Peserta tiba di lokasi langsung di arahkan oleh panitia untuk registrasi ulang dan pengambilan kaos. Tepat pukul 12:00, seluruh peserta menikmati menu makan di siang hari, dengan menu yang telah disediakan oleh panitia. Selanjutnya peserta mengikuti Opening Service (Ibadah pembukaan) di Aula Villa Bukit Pinus.

Pada Ibadah Pembukaan ini, Firman Tuhan di sampaikan oleh Pdt. Vanny Paendong, M.Pd.K. Pdt. Vanny Paendong menyampaikan dalam kitab Amsal 16:2 ‘Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati’. Tuhan mau menguji setiap hati kita, pilihan yang kita ambil apakah sesuai dengan Hati-Nya Tuhan. Mazmur 127:4 ‘Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda’. Tuhan punya tujuan tersendiri dalam perjalanan dan proses hidup kita sebagai anak hamba Tuhan. Orang tua yang bersama-sama dengan kita saat ini adalah hadiah pertama yang Tuhan berikan kepada kita. Karena caraTuhan memproses/membentuk anak panah yakni dipilih, dibentuk, ditajamkan, diarahkan, dilepaskan.” Ucap Pdt. Vanny Paendong.

Setelah selesai acara Ibadah pembukaan, panitia membagi para peserta ke dalam 6 kelompok. Setiap kelompok di damping oleh satu mentor yang akan mendampingi mereka. Diantaranya; Yustin, Kefas, David, Theo, Grace, dan Eljo sebagai mentor pendamping dari 6 kelompok. Juga pembagian identias berupa Lilin, Obat nyamuk dan Beras. Yang masing-masing memiliki makna Lilin yang menyala: Pembawa Terang. Obat nyamuk: Kepercayaan dan Beras: Kesetiaan (setia dari perkara kecil).

Kegiatan di lanjutkan dengan Sesi I dengan tema “Identity” yang di sampaikan oleh Pdp. Adrian Luther, S.Pd.K sebagai Biro PAHAT PP PA GBI. “Anak Hamba Tuhan harus punya Identitas yang Benar. Fokus, mempunyai hati yang bijak sana. Perlu meminta tuntunan dan ajaran Tuhan. Karena dalam Kejadian 1:27 - dosa menjadi pilihan manusia itu sendiri. Identitas kita adalah kekuatan; kita bias menanggung beban ini karena Tuhan sudah memperlengkapi kita. Kita punya pengaruh yang luar biasa. Lalu Bagaimana dengan saya? Dalam Roma 6:6 di katakan Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Oleh karena itu hargai dan terima potensi yang Tuhan taruh dalam diri kita, jangan di kubur, melainkan menjadi dampak”.

Setelah berakhirnya sesi I, para peserta dan panitia bersama dengan mentor yang telah di tunjuk melakukan simulasi dan games yang sangat seru, menyenangkan, serta menumbuhkan solidaritas sesama anak hamba Tuhan. Selesai simulasi dan games, peserta menuju kamar masing-masing untuk bersih-bersih dan persiapan untuk makan di malam hari, dan melanjutkan sesi II yang dipimpin oleh Pdm. Yehuda So, M.Th. Dalam sharing sesi II ini, Pdm. Yehuda So menyampaikan bahwa sebagai anak hamba Tuhan, kita harus respect, taat, dan menerima.

“Pertama, Respect. Hormat karena takut vs Hormat karena cinta itu berbeda. Kita harus memberi nilai yang lebih tinggi kepada gereja kita. Tuhan mau apa pada hidup kita. Kita gak bisa ngatur omongan orang lain. Tapi yang bisa di atur adalah hati, sikap, loyalitas kita kepada gereja. Dengan kita pelayanan paling tidak ada hal yang membantu kita sehingga saat kita bertumbuh sebagai anak pendeta, kita berada dalam track yang benar. Kedua, Taat (Kol 2:3) Dia ibarat kunci yang membuka pikiran kita terhadap semua hal yang dulu dirahasiakan dari manusia, yaitu kebijaksanaan Allah yang sangat indah tentang rencana keselamatan-Nya. Ketika kita hormat dan taat kepada orang tua, maka Janji Tuhan tidak akan berubah. Abraham, Ayub, Yusuf, Yohanes Pembabtis adalah salah satu contoh bahwa mereka memilih untuk taat kepada Tuhan. Ketiga adalah Menerima, Ef 6:4 mengatakan ‘Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.’ Ayat ini mengingatkan kita bahwa, orang tua tidak bisa melindungi kita, orang tua engga bisa memberikan waktu sebanyak dia bisa memberikan waktu bagi jemaat dan gereja, orang tua bisa melukai hati kita. Tapi membangkitkan amarah/pahit/kecewa, itu adalah keputusan kita! Karna gak ada orang tua yang mau melukai anaknya, tapi gak sengaja melukai anaknya.” Ujar Pdm. Yehuda So. Kemudian dilanjutkan dengan altar call, para mentor dan panitia saling mendoakan para peserta. Tepat pukul 20:30 s/d 22:00 di lanjutkan dengan chit-chat. Chit-Chat yang di maksud adalah para peserta saling sharing satu dengan yang lainnya tentang pengalaman menjadi anak hamba Tuhan. Tak terasa waktu bergulir begitu cepat, sehingga akhirnya peserta dan panitia istirahat pada pukul 22:30.


Hari Kedua, Jumat 05 Juli 2024

Hari kedua membuat para peserta PAHAT Camp semakin diberkati, semakin terkoneksi dengan anak-anak hamba Tuhan lainnya. Pada hari kedua ini kegiatan di buka dengan olahraga bersama pada pukul 06:30, kemudian prepare barang-barang bawaan, dan sarapan. Pada hari kedua ini, Sesi III di sampaikan oleh Pdm. Jessica Elizabeth Abraham, M.Th dan setelah itu dilanjutkan dengansesi Q & A Talkshow bersama Pdm. Jessica Abraham, Yustin, David Sumito, dan Theo Sambeka sebagai moderator.

Pada sesi III, Pdm. Jessica Abraham menyampaikan “Tidak adanya teladan membuat anak hamba Tuhan tidak dapat bertumbuh dengan baik. Contohnya anak Imam Eli. Kepastian untuk bahagia tidak di ukur dari prestasi. Jika di mulai dari hati yang terluka, maka kamu tidak akan bahagia. Salah satu cara untuk mengetahui apakah itu jalan Tuhan, yakni ketika kamu melakukannya APAKAH ada damai ..? Karena ketika ada damai maka akan mengalir sukacita. Tiga cara agar kita sebagai anak hamba Tuhan layak untuk Bahagia. Pertama, Accept Your Self (menerima diri) Efesus 2:10. Kedua,  Stop Worry . Belajar untuk tidak kuatir tentang apa kata orang lain.. Ketiga, Be Grateful. Mengucap syukurlah dalam segala hal (Mazmur 37:4). Ganti definisi anak-anak hamba Tuhan seperti Hofni dan Pinehas, melainkan seperti Yohanes Pembabtis. Dia menggenapkan rencana Tuhan dalam hidupnya. Kebahagiaan sejati adalah menggenapkan rencana Tuhan dalam hidupnya. Karena tidak semua orang dapat menjadi Pendeta, namun Semua orang dapat menjadi Pelita,” ucap Pdm. Jessica Abraham.

Rangkaian sesi kemudian di selingi dengan games, pengumuman dan kemudian Ibadah Penutup (closing service) yang renungan FT disampaikan oleh Pdm. Jeffry Daniel Fam, S.Th, sebagai Ketua PP PA GBI, dan makan di siang hari.

Dalam renungannya di Ibadah Penutup ini, Pdm. Jeffry Daniel Fam menyampaikan,"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. You have value.” Yeremia 1:5 “You have potential.” Ada rencana dan potensi yang Tuhan taruh dalam dirimu.” Ucap Pdm. Jeffry Daniel.


PESAN DAN HARAPAN

Pdm. Jeffry Daniel Fam sebagai Ketua Pengurus Pusat (KPP) PA GBI sangat senang dengan acara PAHAT Camp ini, dan beliau juga mendukung agar kegiatan PAHAT Camp juga dapat di laksanakan di daerah-daerah lainnya. Anak Pendeta mempunyai wadah dan komunitas yang tepat, yakni PAHAT. “saya senang PAHAT camp kali ini ada batasan usia (mungkin lewat dikit), generasi yang baru. The new Generation PAHAT. Meneruskan pesan dari Pdt. Rubin Adi Abraham bahwa beliau rindu agar anak-anak Hamba Tuhan dapat ikut terlibat bagi generasi anak-anak Tuhan di GBI. Api yang kecil-kecil itu disatukan menjadi api yang besar. Api yang kecil itu adalah dari kalian, para anak-anak pendeta yang lahir dari keluarga pendeta, dididik dalam keluarga pendeta, bisa berkembang dan bertumbuh dengan pesat.Saya sebagai Ketua Pengurus Pusat PA GBI senang dengan kegiatan ini, dan saya berdoa kegerakan ini dapat terjadi di daerah lainnya karena mempunyai potensi yang dahsyat”. Ucap Pdm. Jeffry Daniel Fam.

Selaras dengan inisebagai Ketua Biro PAHAT PP PA GBI, Pdp. Adrian Luther Sumapode, menyampaikan bahwa, anak-anak hamba Tuhan tidak sendirian, kita mau kasih tahu bahwa dengan adanya PAHAT GBI mereka tidak sendiri.

“Tujuan dari terbentuknya PAHAT ini, yang terbentuk pertama kali pada tahun 2003 atas inisiasi dari Pdt. Rubin Adi Abraham sebagai Ketua DPA GBI waktu itu dengan harapan bahwa anak-anak hamba Tuhan baik Pdp, Pdm, Pdt, maupun anak Gembala, itu bisa punya komunitas. Karena memang anak-anak hamba Tuhan itu punya masalah tersendiri. Dengan adanya komunitas PAHAT ini, bisa saling membangun dan menguatkan satu dengan yang lainnya. Sehingga harapannya supaya semua daerah-daerah bahkan sampai manca negara, ada anak-anak hamba Tuhan yang benar-benar bisa dipulihkan kehidupannya. Kita mau kasih tahu, bahwa dengan keberadaan komunitas PAHAT ini, mereka (anak-anak hamba Tuhan) itu engga sendiri, mereka punya temen-temen yang sama, dan mereka bisa sama-sama menemukan panggilan-Nya di komunitas ini.”

Pdp. Adrian Luther menambahkan bahwa selama dua hari kegiatan PAHAT Camp ini rasanya masih belum cukup. Namun kegerakan ini harus sampai ke daerah-daerah lainnya, jadi ambil kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.

“Dua hari satu malam ini memang sih engga cukup, karena baru kenal... eh udah pulang.. gitu  yaa.. Harapannya adalah 100 (seratus) orang hari ini, bisa menjadi dasar yang kuat banget untuk movement (red: kegerakan) PAHAT sampai ke daerah-daerah lainnya. Harapannya makin banyak anak-anak hamba Tuhan yang terjangkau, makin banyak anak-anak hamba Tuhan yang ada dalam komunitas ini supaya mereka bisa sama-sama saling menguatkan satu sama yang lain. kalian engga sendiri!!. Kalian ada anak-anak hamba Tuhan... Semangat aja tentang apa yang kalian hadapi hari-hari ini, karena itu tidak menentukan hari yang akan datang. Ambil kesempatan sebagai seorang anak Hamba Tuhan untuk menemukan panggilan hidup kita. Mungkin kita engga menjadi seorang Pendeta atau Gembala meneruskan orang tua kita, tapi setidaknya dimanapun nantinya kita akan dipakai, kita akan menjadi berkat. Karena kita ini adalah anak-anak Hamba Tuhan.” Imbuh Adrian.

Jurnalis kami di lapangan mewawancarai Pdm. Jessica Abraham (Wakil Ketua I PP PA GBI) perihal pelaksanaan PAHAT Camp, Apakah PP PA GBI memiliki kerinduan untuk melaksanakan PAHAT Camp keberbagai daerah lainnya?

Pdm. Jessica menjawab : “Tentu dari Pengurus Pusat PA GBI, kami ingin agar hal-hal baik yang dicanangkan dan direncanakan dapat ditanggapi dengan baik oleh daerah-daerah yang ada, karena kita tidak mau hanya memikirkan hal-hal yang sifatnya hanya organisasi saja, tapi kita mau melakukan apa yang sudah disiapkan dengan baik ini. Karena saya yakin ini sesuatu yang baik untuk bisa diterima di daerah-daerah juga dan saya percaya di daerah-daerah juga banyak anak-anak Hamba Tuhan yang perlu komunitas, perlu dilayani, dan karena ini; kami membutuhkan semua Pengurus Daerah (PD PA GBI) yang ada untuk sama-sama bergerak mengadakan juga kegiatan fellowship atau juga Retret PAHAT/PAHAT Camp di daerahnya masing-masing, sehingga pergerakan ini bukan hanya ada di Jakarta saja tapi bisa dirasakan juga di daerah lain.” Ucap Pdm. Jessica Abraham.

Jessica Abraham juga menyampaikan pesan dan harapannya bagi semua anak-anak hamba Tuhan dan gembala di manapun mereka berada, agar kita sebagai anak-anak hamba Tuhan belajar menerima bahwa menjadi anak hamba Tuhan adalah rencana Tuhan dalam hidup kita.

“Saya berpesan kepada anak-anak hamba Tuhan di semua daerah, untuk belajar menerima bahwa menjadi anak Hamba Tuhan adalah rencana Tuhan dalam hidup kita dan percaya bahwa di dalam rencana Tuhan ini kita juga punya teman-teman lain yang ada dalam rencana itu. Sehingga kita berhenti untuk menangisi atau kecewa/melarikan diri namun belajar untuk menerima dan berjalan dalam rencana Tuhan apapun itu bentuknya dengan setia. Saya berharap bahwa setiap anak-anak Hamba Tuhan menjalani panggilan Tuhan bukan karena dia anak Hamba Tuhan saja. Tetapi pertama-tama dia adalah anak Tuhan. Dan saya juga berharap dari PAHAT ini seluruh anak-anak hamba Tuhan bisa mendapatkan komunitas dan juga dukungan karena mungkin ada beberapa hal yang sulit untuk diceritakan kepada orang, namun dalam komunitas ini kita bisa saling menguatkan satu dengan yang lain. Dan saya juga berharap bagaimana Tuhan melakukan rencana dan perkara yang besar di generasi orang tua kita, maka anak-anak hamba Tuhan juga akan Tuhan pakai untuk bergerak bagi generasinya.” Ucap Jessica Abraham ketika mengakhiri sesi wawancara bersama tim kami.

Semua rangkaian PAHAT Camp berakhir dengan sangat dahsyat dan penuh dengan lawatan Tuhan. Satu persatu Tuhan melawat setiap hati anak-anak hamba Tuhan. Api dan semangat yang baru Tuhan taruh ke dalam hati setiap anak-anak hamba Tuhan untuk kembali kepada ladang pelayanannya masing-masing. Di meja makan, semua berfellowship, bertukar sosial media, berbagi cerita, hingga tidak terasa waktu menjadi ‘pemisah’. Sebelum berpisah, kami mengabadikan moment yang begitu dahsyat. Pahaterss… Makin di PAHAT, Makin Bersinar!!

 

Redaksi: Yosafat Simarmata