Berita Bethel
Penulis: Pram (27/06/2015)
Selamatkan Keluarga Indonesia !


Keluarga adalah inti dari gereja dan masyarakat. Hal ini perlu mendapat perhatian yang maksimal. Jika keluarga sehat maka gereja dan masyarakat akan sehat juga.Hal ini disampaikan Pdt. Dr. Japarlin Marbun (Ketum BPH GBI) ketika membuka Diskusi Panel dan Doa Bagi Keluarga di Graha Bethel, Jakarta (Sabtu, 27/6, 09.15 WIB) dengan tema "Selamatkan Keluarga Indonesia" .



Ia menambahkan kegiatan ini adalah aplikasi salah satu program pemberdayaan keluarga dan masyarakat, sekaligus menghimbau agar kotbah-kotbah tentang keluarga bisa dikumandangkan pada sesi-sesi ibadah raya di lingkungan GBI. Melalui diskusi, seminar tentang keluarga menurutnya sebagai salah satu cara untuk membangun keluarga yang kuat.



Di bidang jumlah jemaat, ia menginfokan jemaat GBI kini mencapai sekitar 2,8 juta jiwa. Dengan besarnya jumlah ini, ia berpesan agar GBI bisa secara riil bisa memberikan dampak secara positif bagi bangsa dan negara.Kegiatan ini diadakan Pokja Keluarga Unggul BPH GBI. Kegiatan dilanjutkan dengan doa-doa yang bertemakan keluarga oleh Pdt. Ferry Haurissa, MTh, Pdt. Dr. Soehandoko, MA (Ketua MP BPH GBI), Pdm. Nehemia (Biro Dewasa-Muda BPH GBI) dan lain-lain.



Opening speech oleh Bambang Kristiono (Asisten Deputi Gender Dalam Iptek Deputi PUG Bidang Ekonomi Kementerian PP dan PA) mewakili Menteri Yohana Yambise.Sementara itu, para nara sumber masing-masing Mieke Selfia Sangian (Inspektur Utama BKKBN Pusat), Arist Merdeka Sirait (Perlindungan Anak Indonesia/KPAI), Pdt. Dr. Dr. Dwidjo Saputro, SpKJ (K), Ketua Pokja Keluarga Unggul BPH GBI.Meningkatnya kasus-kasus KDRT, peningkatan perceraian, penelantaran anak, kekerasan terhadap perempuan dan anak serta eksploitasi dan lain sebagainya merupakan kondisi kekinian yang dihadapi bangsa.



Mengutip pers rilis dari pihak Panitia, BKKBN mencatat Indonesia memiliki angka perceraian Tertinggi se Asia Pasifik. Data Badan Peradilan Agama MA (Mahkamah Agung) pada tahun 2005-2010, tercatat rata-rata 1 dari 10 pasutri yang menikah berakhir dengan sidang perceraian di Pengadilan.Sementara itu, BNN merilis data jumlah pengguna narkoba pada tahun 2008 mencapai 33 juta orang. Tahun 2011 naik ke angka 3.8 juta orang. 2013 mencapai 4 juta orang. Pengguna dikalangan pelajar mencapai 22 persen.



Selanjutnya, tantangan bangsa semakin berat seperti arus globalisasi, pergeseran nilai-nilai moral dan nilai agama tidak dijunjung tinggi di masyarakat, struktur keluarga yang tidak tepat. Termasuk kenakalan remaja.GBI menetapkan bulan Juni 2015 sebagai Bulan Keluarga GBI dengan tema "Transformasi Gereja Untuk Memulihkan Keluarga (Yosua 24:15)". Untuk itu, GBI mengadakan diskusi panel dan doa bagi keluarga dengan tema "Selamatkan Keluarga Indonesia" (Sabtu, 27/6).



Kegiatan ini bertujuan untuk menghimbau agar semua pihak terkait memperhatikan dan mengupayakan menjadikan keluarga dan rumah sebagai tempat teraman bagi anak.Atas dasar itu, GBI berpandangan bahwa keluarga dan rumah adalah tempat teraman bagi anak dan anggota keluarga lainnya. Sebab keluarga dan rumah adalah pusat pembentukan manusia seutuhnya.



Selanjutnya, keluarga perlu didukung dan diperlengkapi untuk menjalankan peran dan fungsi semestinya. Artinya, ketidak-tahuan keluarga dan ketidak-terampilan keluarga ternyata menjadi faktor dominan ketidak-mampuan keluarga menyediakan rasa aman bagi anak.Acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan pemaparan para nara sumber. Sekitar 500-an orang memadati ruangan diskusi.