Berita Bethel
Penulis: Pram (05/07/2015)

Jadilah seperti Musa !


Malam terakhir acara Prophetic Prayer Conference di Glow Fellowship – Thamrin Residence, Jakarta ditutup dengan ibadah dengan pembicara Rev. Suzette Hattingh (Jumat, 3/7). KKR ini terbuka untuk umum dan pantauan Redaksi, KKR ini dipadati baik dari peserta maupun jemaat GBI Glow.



Mengawali khotbahnya Rev. Suzette Hattingh mengambil nats dari Yesaya 62:10 “Berjalanlah, berjalanlah melalui pintu-pintu gerbang, persiapkanlah jalan bagi umat, bukalah, bukalah jalan raya, singkirkanlah batu-batu, tegakkanlah panji-panji untuk bangsa-bangsa!”. Suzette Hattingh mengajak seluruh pendoa syafaat untuk dapat melakukan metode berdoa yang berbeda dari yang biasanya. Lebih lanjut, ia membandingkan dengan kota Colorado Spring – USA, kota dimana sumber kejahatan, pusat narkoba, prostitusi dan juga gang yang sangat ditakuti. Setiap tahun gang yang bernama Harley Angels selalu membuat kerusuhan.



Namun, saat ini Colorado Spring telah dibangun menjadi pusat doa dunia. Pasalnya, dua orang yang diutus Tuhan untuk berdoa bagi kota itu, mulai berdoa dengan beberapa orang. Sistem doa yang dipergunakan yaitu doa blok per blok, dari dua orang berdoa dan akhirnya banyak pemimpin rohani di kota itu turut berdoa. Hingga akhirnya dalam waktu tiga tahun kota Colorado Spring telah menjadi kota damai dan sekarang ini nama-nama jalan di kota tersebut mengambil dari nama-nama di Alkitab.



Suzette Hattingh bersama dengan tim Voice in the City saat ini telah melakukan di doa di Papua. Ia dan semua pendoa selalu berdoa setiap hari sabtu pukul 04:00 waktu setempat.Ia percaya Tuhan akan memulihkan dan memenangkan Papua. Ia juga mengatakan di Surabaya dan Makasar telah melakukan hal yang sama.Lebih jauh lagi, ia mengajak kepada seluruh pemimpin-pemimpin rohani untuk mengangkat tangan bersehati berdoa bagi kotanya untuk dimenangkan (bagi Tuhan).



Ia menjelaskan Kejadian 17:9-13 ketika Musa mengangkat tangan dan bangsa Israel menjadi kuat dan bangsa Israel menang dalam peperangan dengan bangsa Amalek.Untuk memenangkan kota, tidak hanya para pendoa syafaat berdoa dengan sungguh-sungguh, namun harus ada peran dari para pemimpin rohani, seperti Musa yang mengangkat tangan dan Yosua maju berperang. Indonesia telah diakui dan menjadi teladan doa bagi bangsa-bangsa, namun sayangnya para pemimpin rohani di Indonesia masih kurang bersyafaat.



Suzette Hatting percaya, Tuhan mengatakan kepada dirinya, revival pasti terjadi di Indonesia. Ia meminta kepada seluruh pemimpin-pemimpin rohani agar turut serta dalam berdoa syafaat di wilayah-wilayah masing-masing dan disatukan. KKR ditutup dengan doa pengurapan kepada semua peserta dan jemaat yang hadir, termasuk seluruh pengurus pusat Departemen Wanita Bethel Indonesia (WBI). Tampak Pdt. Lukas Taher dan Pdt. dr. Yosafat Mesach, masing-masing bersama isteri didoakan Suzette Hattingh. [Raymond Nelson-Biro Media BPH GBI].