Berita Bethel
Penulis: Pram (05/07/2015)

Pengelolaan Waktu Bagi Pemimpin


Tidak diragukan lagi, salah satu rahasia kesuksesan seorang pemimpin, atau bahkan setiap orang yang berhasil, adalah manajemen waktu yang baik. Secara teori, mungkin beberapa dari kita sudah mengetahui bagaimana mengelola waktu kita. Namun, secara praktik, kita belum bisa sepenuhnya melakukan apa yang kita ketahui.  Kami berharap, tip berikut ini dapat menggugah semangat kita untuk menggunakan waktu yang sudah Tuhan berikan dengan sebaik mungkin.



TIP: TUJUH KUNCI MANAJEMEN WAKTU YANG BAIK

Kunci 1: Mengambil tanggung jawab.Kunci pertama adalah mengambil tanggung jawab untuk penggunaan waktu Anda. Alkitab menantang kita untuk menebus waktu, yang berarti memanfaatkan sebagian besar waktu yang telah Tuhan berikan kepada kita (baca Efesus 5:16). Pilihlah untuk mengatur waktu Anda bagi kemampuan terbaik Anda. Jika Anda tidak mengatur waktu Anda, orang lain akan mengaturnya.



Kunci 2: Carilah bimbingan Allah.Akuilah bahwa Allah telah menetapkan serangkaian pekerjaan yang baik bagi Anda untuk diselesaikan. Kita membaca dalam Efesus 2:10, "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya, supaya kita hidup di dalamnya."



Setiap pagi, mintalah Tuhan untuk menolong Anda mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan baik yang telah Ia rencanakan bagi Anda hari itu. Mintalah Tuhan untuk menunjukkan kepada Anda bagaimana, kapan, dan kepada siapa Anda dapat melayani dengan menggunakan berbagai karunia dan talenta yang baik yang telah Ia berikan kepada Anda.



Jangan membatasi permohonan Anda untuk bimbingan Allah dengan waktu yang Anda habiskan di tempat kerja atau dalam pelayanan. Mintalah Tuhan untuk menolong Anda mengatur waktu senggang Anda, persahabatan Anda dengan orang lain, memperbarui energi kreatif Anda, dan memberi kesempatan untuk menyampaikan kesaksian Kristen.Carilah bimbingan Tuhan juga untuk waktu yang Anda habiskan dengan pasangan Anda dan keluarga. Mintalah Dia untuk menolong Anda mengatur waktu keluarga Anda sehingga hubungan keluarga Anda menjadi kuat dan menyenangkan.



Kunci 3: Rencanakan jadwal Anda.Bulan demi bulan dapat berlalu begitu saja tanpa Anda membuat kemajuan ke arah pemenuhan akan tujuan yang Allah berikan kepada Anda jika Anda tidak merencanakan jadwal Anda, dan menetapkan tujuan dan impian Anda ke dalam konteks tenggat waktu.



Aturlah waktu Anda untuk menghasilkan produktivitas dan efisiensi yang maksimal. Jika pagi adalah jam paling produktif Anda, sisihkan waktu-waktu di situ untuk pekerjaan yang berhubungan langsung dengan tujuan Anda. Masukan konsentrasi terbesar dan usaha Anda ke dalam jam-jam itu. Kebanyakan orang yang saya kenal mendapati bahwa menghabiskan waktu bersama Tuhan terlebih dulu pada pagi hari akan membuatnya paling mudah dan paling produktif.



Yang lain mendapati bahwa waktu terbaik mereka untuk berdoa dan membaca Alkitab adalah setelah semua anggota keluarga lain sudah tidur. Tidak ada aturan untuk pengaturan waktu. Lakukan apa yang cocok untuk Anda!. Mintalah Tuhan untuk menunjukkan kepada Anda bagaimana mengatur jadwal Anda setiap hari, minggu, dan tahun tertentu untuk memungkinkan keseimbangan yang baik antara kerja dan istirahat, waktu sendirian dan waktu keluarga, pemasukan dan pengeluaran.



Kunci 4: Tetap terorganisasi.Terus mencari dokumen atau barang-barang yang hilang merupakan tindakan membuang-buang waktu. Tetaplah terorganisasi saat Anda bekerja. Di seluruh Alkitab, kita menemukan banyak referensi tentang melakukan dan menjaga hal-hal secara teratur (baca Keluaran 40:1-16 sebagai contoh).



Akuilah bahwa definisi Anda tentang "terorganisasi" mungkin berbeda dari definisi orang lain.Mintalah Tuhan untuk menolong Anda menghapus kekacauan dari hidup Anda, yaitu hal-hal yang mengurangi dan menjauhkan Anda dari maksud dan tujuan yang telah Tuhan berikan kepada Anda. Kekacauan di sini termasuk kekacauan waktu -- hal-hal yang mengacaukan jadwal Anda dengan kegiatan dan kewajiban yang tidak penting.



Kunci 5: Mengandalkan hikmat Allah.Jika Anda mempertanyakan pemilihan waktu untuk hal apa pun dalam hidup Anda -- kapan sesuatu harus dikerjakan, berapa banyak waktu harus dialokasikan untuk sesuatu, seberapa sering sesuatu harus dilakukan, bagaimana urutan proyek, dan lain sebagainya  -- memintalah hikmat Tuhan untuk hal tersebut.



Ketika Anda merencanakan berbagai proyek atau membagi-bagi tujuan besar ke dalam tugas-tugas spesifik, bertanyalah kepada Tuhan, "Apakah aku sedang mengurutkan kegiatan, acara, atau tugas dalam urutan yang benar?.  Apakah aku sedang mengalokasikan waktu yang tepat untuk setiap aspek proyek ini, atau tugas atau acara ini? Apakah aku telah menetapkan tenggat waktu yang tepat?".



Kunci 6: Buang yang tidak penting.Charles Schwab, presiden perusahaan Bethlehem Steel, mempekerjakan seorang konsultan, dan berkata kepadanya, "Jika Anda dapat menunjukkan kepada saya tentang bagaimana saya dan manajer-manajer lain di perusahaan kita dapat menggunakan waktu kita dengan lebih baik, saya akan membayar berapa pun yang Anda minta untuk hal itu."



Konsultan itu menjawab, "Baiklah." Ia kemudian memberi Schwab selembar kertas kosong dan berkata, "Saya ingin Anda menulis di selembar kertas ini semua hal penting yang perlu Anda lakukan besok, dan urutkan hal-hal tersebut berdasarkan prioritasnya. Misalnya, nomor satu, tulis hal paling penting yang harus Anda kerjakan besok. Nomor dua, tulislah hal kedua yang paling penting yang harus Anda lakukan, begitu seterusnya.



Kemudian, ketika Anda pergi bekerja besok pagi, mulailah dengan hal pertama pada daftar Anda itu, dan tetaplah kerjakan itu hingga Anda menyelesaikannya. Lalu, beralihlah ke nomor dua, dan seterusnya. Anda kemungkinan besar tidak akan dapat menyelesaikan semua hal dalam daftar Anda hari itu, tetapi Anda akan menyelesaikan hal terpenting dalam daftar Anda, atau setidaknya membuat upaya besar mengenai hal itu. Kemudian besok malam, buatlah daftar baru untuk hari berikutnya. Lakukan ini selama beberapa minggu dan beri tahu saya apa yang terjadi."



Saya senang menyampaikan gagasan ini kepada Anda. Saya telah menggunakan prinsip ini dalam bekerja dalam hidup saya, dan saya sungguh-sungguh merekomendasikan prinsip ini. Setiap malam, setelah melihat jadwal saya untuk hari esok, saya menuliskan empat hal terpenting yang ingin saya kerjakan besok pada tiga sampai lima kartu.



Saya membuat daftarnya dalam urutan prioritas, dan salah satu hal pertama yang saya lakukan pagi berikutnya adalah melihat kartu itu. Saya membawa daftar tersebut ke tempat kerja dan menaruhnya di tempat yang dapat dilihat dengan mudah. Saya telah menemukan bahwa jika saya tidak tetap fokus pada apa yang benar-benar ingin saya capai, panggilan telepon dan berbagai gangguan dapat membuat saya berjalan ke empat puluh arah.



Dalam keseluruhan pola hidup Anda, melakukan pekerjaan yang baik pada tugas yang diberikan kepada Anda merupakan bagian dari rencana Allah bagi hidup Anda. Interupsi mungkin merupakan pelajaran yang Allah miliki untuk Anda pelajari, termasuk pelajaran fleksibilitas. Akan tetapi, kita semua tahu bahwa banyak interupsi hanyalah buang-buang waktu, dan itu merupakan hal-hal yang hampir selalu dapat dihindari atau dipersingkat.



Kunci 7: Tinjaulah hari Anda.Pada penutupan hari, tinjaulah cara Anda menghabiskan waktu Anda hari itu. Evaluasilah jadwal Anda. Bandingkan apa yang Anda lakukan dengan apa yang ingin Anda lakukan. Tanyakan kepada diri sendiri: Apakah saya menggunakan waktu saya dengan baik? Apakah saya menunda-nunda? Apakah saya mampu mempertahankan konsentrasi saya? Apakah saya terlibat dalam kegiatan yang benar-benar prioritas? Apakah saya membuat kemajuan (meskipun kecil) menuju pencapaian tujuan yang diberikan Tuhan kepada saya?



Sementara Anda melihat diri Anda melakukan hal-hal yang Anda ingin lakukan untuk menjadi sukses di mata Allah, bersyukurlah dan pujilah Allah untuk bimbingan, pertolongan, dan dorongan-Nya.Jika Anda menyadari bahwa Anda telah melakukan kesalahan atau gagal melakukan jadwal yang telah Anda tetapkan untuk diri sendiri, mintalah pengampunan Tuhan untuk dosa-dosa yang Anda lakukan dalam membuang-buang waktu, dan kemudian meminta pertolongan-Nya untuk mengerjakannya dengan lebih baik hari berikutnya.



Jangan menyerah dalam mengejar tujuan Anda! Lakukan penyesuaian, belajarlah dari kesalahan Anda, dan mulailah hari berikutnya dengan antusiasme segar dan keberanian. [Sumber : e-Leadership/Foto:Istimewa].



Waktu adalah sesuatu yang paling kita inginkan, tetapi sesuatu yang kita gunakan paling buruk.

-William Penn-