Berita Bethel
Penulis: Pram (25/08/2015)

BPD Jakarta : Selamat Jalan Pahlawan Iman


Telah kembali ke rumah Bapa pada usia 66 tahun, Pdt. Yonathan Sudaryadi, BSc, MPM selaku Ketua BPD DKI Jakarta Periode 2014-2018 pada hari Senen, 24 Agustus 2015 di Jakarta. Jenazah disemayamkan di Rumah Duka Atmajaya (Heaven), Jakarta-Utara (25-27/8). Ibadah penghiburan dilayani Pdt. Japarlin Marbun (Ketua Umum BPH GBI) pada hari Selasa (25/8, jam 19.30).



Hadir para hamba-hamba Tuhan GBI dan lintas denominasi seperti Pdt. Robinson Nainggolan dan lain-lain. Para pejabat BPH GBI yang hadir yaitu Pdt. Himawan Leenardo (Sekretaris II), Pdt. Ir. Suyapto Tandyawasesa, MTh (Bendahara Umum), Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MA (MP), Pdt. AJ. Manuhutu (Ketua BPLN Eropa I), Pdt. Juan Mogi, MA (Dep. Litbang dan Jaringan), Pdt. Josia Abdisaputera, MTh (Ketua Litbang dan Jaringan), Pdt. Dr. Timotius Hardono (Ka. Biro Media).



Mengawali kotbahnya, Ketua Umum BPH GBI (Pdt. Dr. Japarlin Marbun) mengatakan Pdt. Alm. Yonathan Sudarjadi, BSC, MPM telah menerima pemberian yang terbaik dari Tuhan Yesus Kristus.



Ia mengutip nats Wahyu 14:13 “Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka."



Ketum BPH menjabarkan bahwa orang yang mati di dalam Tuhan adalah orang yang berbahagia. Hal itu harus diyakini semua orang percaya. “Firman Tuhan berikan penghiburan. Pdt. Yonathan meninggal dunia di dalam Tuhan, sesuai dengan Firman-Nya,” tegas Pdt. Japarlin.



Sembari mengajak kilas-balik pelayanan Pdt. Yonathan, Pdt. Japarlin menceritakan pelayanan Pdt. Yonathan semasa hidupnya. Almarhum adalah pahlawan iman, mengabdikan diri sepenuhnya untuk pelayanan tanpa kenal lelah. Bahkan, beliau keluar-masuk menyusuri gang-gang sempit, tempat-tempat pelayanan yang sulit. Selain itu, beliau berkomunikasi dengan FPI dan FBR guna memperlancar pekerjaan Tuhan.



Pdt. Japarlin berkisah, saat BPH GBI menggelar Rakor dan Gathering Ketua-Ketua BPD se-Indonesia dan Ketua BPLN GBI Luar Negeri di kawasan Cisarua, Kabupaten Bogor (11-13/8), Almarhum menyempatkan diri untuk hadir, walau usai konsultasi ke dokter perihal kesehatannya. Hal itu menurut penilaiannya adalah salah satu wujud nyata kecintaan Almarhum terhadap pelayanan dan pekerjaan Tuhan. “ Aminkan Firman Tuhan diatas untuk beliau (Almarhum)”, tegas Pdt. Japarlin.



“............Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka”, dituliskan oleh Yohanes di Pulau Patmos, mengandung makna hal itu bukan inspirasi dari Yohanes pribadi, namun tulisan tersebut diinspirasikan oleh Roh Kudus, hal itu ditekankan kembali oleh Ketum BPH.



Kepergian Almarhum menunjukkan ia telah beristirahat dan meninggalkan segala jerih lelahnya baik sebagai Ketua BPD DKI Jakarta, sakit dan beban-beban lainnya.Menurutnya, hal-hal apa saja yang dikerjakan seseorang (percaya, pelayan Tuhan) untuk Tuhan dan sesama, tidak tinggal di dunia ini tetapi akan (terbawa) sampai ke masa kekekalan. Artinya, Tuhan akan memberikan upah bagi orang tersebut.



Ia mengutip nats 2 Timotius 4:7 “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman”. Dari nats itu, Pdt. Japarlin menguraikan secara ringkas agar seseorang melakukan segala sesuatu dengan maksimal bagi Tuhan. Sebab,perbuatan orang percaya itu akan bersaksi kepada Tuhan dan sekali lagi,Tuhan akan memberi upah kepada orang tersebut. Nats selanjutnya ia kutip dari Matius 25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, .............”.



Dengan nada mengingatkan, Pdt. Japarlin menambahkan agar orang percaya yang saat ini masih hidup melakukan segala sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya , sehingga saat “berpulang” ia mendapatkan mahkota kemuliaan (I Petrus 5:4 “ Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu”).



Ia yakin Almarhum telah menyelesaikan tugas-tugas dari Tuhan dan memelihara iman. Tuhan pasti memberikan mahkota kemuliaan untuknya. “Jika kita melakukan tugas dan tanggung-jawab dengan penuh kecintaan (kepada Tuhan) sampai akhir hidup, Tuhan akan memberikan mahkota kehidupan,” ujarnya. Hal itu sesuai dengan nats Yakobus 1:12 dan Wahyu 2:10.



Dipenghujung kotbahnya, Pdt. Japarlin menyampaikan salam dan ucapan turut bersimpati dan sepenanggungan dari BPD GBI se-Indonesia dan BPLN GBI di luar negeri atas meninggalnya Almarhum. Serta mereka menghaturkan Kepada keluarga agar tetap kuat, tegar, semangat dan pelayanan Almarhum terus menjadi teladan dalam pelayanan.



“Keluarga tetap melanjutkan pelayanan untuk kemuliaan nama Tuhan,” pungkas Pdt. Japarlin. Acara dilanjutkan dengan sambutan singkat Gembala GBI Gatot Subroto (Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo).



Biografi Singkat Pdt. Alm. Yonathan Sudaryadi, BSc, MPM.



Seperti disampaikan Pdt. Kiki Harjadi (Ketua Umum I BPD DKI Jakarta)di acara ibadah pelepasan, Pdt. Yonathan Sudaryadi,BSc, MPM lahir di Banyuwangi, Jawa-Timur pada tanggal 25 Mei 1949 (usia 66 tahun) saat dipanggil pulang ke Rumah Bapa.

Pendidikan SD-SLTA dilakoninya di Banyuwangi. Usai tamat SLTA, ia bekerja di PT. Nilakandi, Surabaya. Pada tahun 1970, beliau dikirim ke kantor cabang di Palembang, Sum-Sel.



Di Palembang, Pdt. Yonathan bertunangan dengan Linda Sudaryadi (25 Desember 1973). Selanjutnya mereka menikah pada tanggal 20 Januari 1974. Tuhan memberkati mereka dengan putra-putri yaitu 1. Natalia Ninie Lestari(lahir 1978). 2. Ingelia Sari Lestari(lahir 1983). 3. Orville Yonathan Sudaryadi(lahir 1997). Menantu : Pandy Hartanto. Cucu : Richela Chelsee Phen dan Felicia Brenda Phen.



Pendidikan yang pernah ditempuh Almarhum adalah administrasi sehingga mendapatkan gelar BSc. Sebelum melelayani sepenuh waktu, Pdt. Yonathan pernah berwiraswasta sebagai kontraktor, agen cat dan pabrik sumpit.



Tahun 1997, beserta istri dan anak-anak, beliau memutuskan pindah ke Jakarta dan tahun 1998 melayani di GBI Tampak Siring, Kelapa Gading, Jakarta-Utara (GBI Rayon 1 D). Beliau aktif di Perwil GBI Jakarta-Utara.



Jabatan selanjutnya yaitu Sekretaris dan Kepala Sekretariat BPD GBI Jakarta (2004-2008), atas permintaan Pdt. Paul R. Widjaya (Ketua BPD DKI Jakarta), atas dasar keaktifan beliau di Perwil tersebut. Masa kedua pelayanan dan kepemimpinan Pdt. Paul R. Widjaya sebagai Ketua BPD (2008-2014), Pdt. Yonathan menjabat jabatan yang sama.



Ketika SMD BPD DKI Jakarta (2014), Almarhum terpilih sebagai Ketua BPD periode 2014-2018. Beliau merintis pelayanan bersama istri di salah satu apartemen di bilangan Permata Hijau, Jakarta-Selatan (2007-2009). Selanjutnya beliau menjabat sebagai Gembala di GBI Gedung Veteran RI , Jl. Radin Intan, Kalimalang, Jakarta-Timur (2009 - akhir hayatnya). Selamat Jalan Om Yo.