Berita Bethel
Penulis: Pram (25/08/2015)

BPD Jakarta : Dipanggil Tuhan di Puncak Pelayanan


Perjumpaan terakhir Pdt. Alm. Yonathan Sudarjadi, BSc, MPM dengan Pdt. Niko terjadi saat Almarhum menghadiri doa Cool Team 20 di Menara Doa SICC, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa-Barat sekitar 10 hari sebelum 17 Agustus 2015.



Almarhum datang menghampiri dan menjabat-tangan Pdt. Niko. Hal itu disampaikan Gembala GBI Gatot Subroto Jakarta saat menyampaikan sambutan singkatnya di Rumah Duka Atmajaya – Heaven, Jakarta Utara, usai kotbah Ketua Umum BPH GBI.

“Saya kehilangan Pdt. Yonathan, namun ia berada di lokasi yang enak. Beliau dipanggil Tuhan saat di posisi puncak (pelayanan)”, ujarnya.



Selanjutnya, Pdt. Niko mengatakan Tuhan mengingatkan kehidupan manusia seperti mimpi, rumput pada saat pagi bertumbuh dan saat sore hari menjadi layu, bunga di padang, serta masa kehidupan manusia 70 tahun dan berharga di mata Tuhan. ..............

Pdt. Niko memotivasi semua yang hadir agar melakukan kehendak Tuhan seperti Daud. ..............”Lakukan segala sesuatu dengan takut dan gentar, maka Tuhan akan mengasihi kita,” ujarnya. Seperti kotbah Pdt. Japarlin Marbun, ia mengutip juga nats Wahyu 14:13, seraya menambahkan Pdt. Yonathan sudah beristirahat (bersama Tuhan)dan semua orang percaya dan pelayan Tuhan harus selesaikan pekerjaan (Tuhan).



Dengan nada mengingatkan semua yang hadir malam itu, perihal waktu kedatangan Tuhan yang semakin dekat dan pengangkatan (rapture). Mempersiapkan peristiwa itu, ia mengajak agar semua orang percaya untuk hidup sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, sehingga bisa terangkat (rapture)dan tinggal bersama-sama dengan Tuhan.



Artinya tidak ada lagi air mata, sakit-penyakit, gossip melainkan ada suka-cita selama-lamanya.Ia mengakui saat di dunia masih ada kesedihan, rasa tertekan. “Persiapkan diri untuk menjadi umat yang layak bagi Tuhan,tinggallah di dalam Dia dan setialah sampai akhir” ujarnya.



Ia mengingatkan agar orang percaya menjaga keselamatan yang telah dianugerahkan Tuhan dengan sebaik-baiknya. Seraya, Pdt. Niko memberikan ilustrasi tentang seseorang yang naik kereta api. Penumpang itu jangan turun di stasiun sebelum kereta api sampai ke stasiun tujuan orang tersebut. Ilustrasi itu mengakhiri sambutan Pdt. Niko.



Menantu Almarhum, Pendy mewakili keluarga mengucapkan terima-kasih atas pelayanan BPH GBI, Pdt. Niko dan Pdt. Welyar (WL) dan semua pihak. Ia mengenang sosok Almarhum, walau penuh dengan kesibukan dalam pelayanan, masih menyempatkan diri membelikan pisang pesanan sang cucu.



Acara ibadah penghiburan diakhiri Pdt. Niko dengan mendoakan istri, anak-anak, cucu-cucu dan menantu Almarhum dan doa penutup. Selanjutnya, para rekan sepelayanan, jemaat, pejabat BPH GBI merapat ke peti jenazah untuk memberikan penghormatan terakhir.