Berita Bethel
Penulis: Pram (28/08/2015)

BPD Jakarta : Hidup Manusia Itu Singkat


Sekum BPH GBI (Pdt. Paul R. Widjaya) melepas jenazah Pdt. Alm. Yonathan Sudarjadi, BSc, MPM (Ketua BPD GBI DKI Jakarta) di Rumah Duka Atmajaya-Heaven, Jakarta-Utara (Kamis, 27/8).Sejumlah hamba-hamba Tuhan GBI hadir yaitu Pdt. David Tjakra, Pdt. Tommy Smith (BPH GBI), Pdt. George Tapiheru (STTBI Petamburan), Pdt. Johanes Sardjono, Ketua Perwil GBI Jakarta Utara, Ketua Perwil GBI Jakarta Barat, dan lain-lain.



Mengawali kotbahnya, Sekum membacakan nats 2 Timotius 4:7-8 " Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya".



Ia mengenang masa-masa indah selama 10 tahun-an bersama-sama Almarhum kala menjabat Ketua BPD DKI Jakarta. Pdt. Alm. Yonathan sebagai Sekretaris BPD adalah sosok hamba Tuhan yang setia,sudah mengunjungi hampir semua gereja-gereja lokal GBI di DKI Jakarta termasuk bertemu dengan para Gembala-gambala GBI. "Dimana saya ada, pak Yo juga ada. Beliau rendah hati dalam melayani Tuhan. Tuhan sediakan mahkota bagi dirinya. Biarlah beliau menjadi tauladan bagi pengurus-pengurus BPD. Pak Yo telah mengakhiri pertandingan dengan baik. Saatnya ia beristirahat dari jerih lelahnya," katanya.



Seolah kilas-balik, Pdt. Paul menceritakan Pdt. Alm. Yonathan terpilih sebagai Ketua BPD Periode 2014-2018. Sebelum menjabat Ketua, ia sudah mengabdikan hidupnya bagi pelayanan. Sekum BPH menambahkan, sosok pak Yo adalah berjuang (pejuang). Ketika pada tahun 2004 ada gerakan kelompok tertentu yang melakukan intimidasi untuk (berupaya) menutup gereja-gereja, Pak Yo menemui tokoh-tokoh lintas agama. Bahkan, saat Pak Yo dirawat di Rumah Sakit di bilangan Jakarta-Pusat, beberapa tokoh-tokoh non-Kristiani hadir menjenguk beliau.



Menurut penilaiannya, Almarhum memiliki semangat pantang menyerah dan telah mencapai garis akhir. Untuk mencapai tujuan itu, Pdt. Paul memotivasi agar semua yang hadir terus percaya kepada Yesus. Caranya ialah melakukan kehendak Tuhan, berlari-lari mencapai garis akhir dan tetap memelihara iman. "Pak Yo sudah bersama-sama dengan Bapa (di Surga). Kita semua akan berjumpa dengannya pada akhirnya," tegas Pdt. Paul. Kalimat pamungkas Pdt. Paul ialah ajakan untuk mengarahkan tujuan hidup kepada Tuhan, di kala hadapi tantangan dan persoalan tetap mengandalkan Tuhan.  Artinya ia jangan menjauh bahkan keluar dari hadirat-Nya.



Ibadah Pemakaman. Di pemakaman, Sandiego Hills, Karawang Timur, Propinsi Jawa-Barat, sesepuh GBI dan MP BPH GBI (Pdt.Yorry Tasik) menyampaikan Firman Tuhan dalam ibadah pemakaman. Ia mengatakan manusia yang lahir dari perempuan, singkat hidupnya. Di dunia ini tidak ada yang kekal (abadi). Semuanya bersifat sementara (temporer). Ada awal dan akhir, ada kelahiran dan kematian. Apa yang dikatakan sesepuh GBI ini sesuai dengan nats Mazmur 103:15-16 "Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga;103:16 apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.



Selanjutnya, ia melontarkan kalimat bernada pertanyaan yaitu apakah seseorang itu mengasihi dunia atau Tuhan ?, apa gunanya seseorang bergelimang materi duniawi namun kehilangan nyawanya ? ( Markus 8:36 "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya"). Pdt. Yorry mengajak semua hadirin yang hadir memusatkan pikiran, hati mengarah kepada Yesus Kristus.Ia memberikan contoh bagaimana kehidupan orang kaya (di neraka) setelah kematian yang berteriak-teriak kepada Lazarus si pengemis miskin (di Surga) hanya untuk meminta setetes air minum.



Dirinya percaya, Pdt. Yonathan wafat di dalam Tuhan, saat ini berpisah (sementara), kelak akan bertemu lagi dengan Almarhum. Sebab Yesus akan menjemput orang percaya dan kita akan berada di Surga. Suatu tempat dimana suka-cita menggantikan duka-cita. Bagi orang percaya, kematian adalah akhir pertandingan yang baik (sukses). Untuk itu, ia menekankan agar semua orang percaya (berlari) mencapai garis finish dengan cara memelihara iman. Upahnya menurutnya yaitu mahkota kebenaran bagi orang yang menantikannya. Untuk itu, ia menekankan bahwa masuk ke Surga itu sangat berarti.



Sekali melayani, tetap melayani, sekali dalam Yesus, tetap di dalam Yesus, sekali GBI tetap GBI, merupakan kalimat pamungkas sesepuh GBI ini . Acara dilanjutkan dengan penurunan peti jenazah ke dalam liang lahat secara perlahan. Usai pengurukan tanah, para keluarga dan semua yang hadir menabur bunga sebagai tanda penghormatan terakhir kepada Pdt. Alm. Yonathan.



Keterangan Foto : Kiri-Atas (Keluarga dan Pengurus BPD DKI Jakarta di Sandiego Hills), Foto Kanan-Atas (Pdt. Yorry Tasik). Foto Kiri-Bawah (Ibadah Pelepasan Jenazah di RD Atmajaya-Heaven). Foto Kanan-Bawah (Paul R. Widjaya).