Berita Bethel
Penulis: Pram (17/09/2015)

Pengungsi Suriah Banjiri Eropa


Perang yang tengah melanda Suriah, mendorong WN Suriah untuk melakukan eksodus besar-besaran ke sejumlah negara, terutama Eropa. Jerman merupakan negara favorit tujuan mereka. Pemerintah Suriah melalui Kedutaan-Kedutaan Besar Suriah di luar negeri membuka layanan pembuatan paspor bagi calon imigran.



Dengan memiliki paspor, WN Suriah bisa memasuki wilayah Turki, kemuidian melanjutkan perjalanan berbahaya dan beresiko ke sejumlah negara Eropa. Salah satunya Kedubes Suriah di Yordania yang melayani ratusan calon imigran itu, seperti dirilis AP (Kantor Berita Associated Press).  



Biaya pembuatan paspor di sana mencapai USD 400 per orang untuk paspor baru dan perpanjangan paspor dengan biaya USD 200 per orang. Ayman Alloush, seorang diplomat senior Suriah di Yordania mengatakan, Kedubes mengeluarkan paspor baru dan perpanjangan sebanyak 10.000 paspor bulan lalu.



Hal yang sama terjadi di Kedubes suriah di Lebanon. Jumaa, seorang tukang cukur rambut usia 25 tahun mengatakan, begitu ia menerima paspor ma ia akan pergi ke Turki dimana ortunya telah tinggal di sana pasca terpisah selama 3 tahunan. Dari Turki, ia berniat pergi ke Jerman.



Pantauan Redaksi dari sumber-sumber media online luar negeri, nampak para pengungsi Suriah nekad melintasi perbatasan berbagai negara Eropa seperti Hungaria, Denmark, Serbia, Yunani dengan penuh resiko seperti berjalan kaki, menyusuri rel kereta api, melalui jalur laut.



Namun, tragis dan pilu ketika seorang bocah usia 10 tahunan tewas (Aylan Kurdi) tenggelam sebelum mencapai pantai Turki pasca kapal kecil yang ditumpanginya terbalik dan tenggelam ketika diterpa gelombang tinggi. Sang ibu, kakak bocah tersebut meninggal. Sementara itu, sang ayah selamat. Mereka berasal dari kota Kobane, Suriah.



Kini, pihak Eropa sibuk menangani masuknya pengungsi ke negara mereka dan membicarakan pembagian kuota jumlah pengungsi yang bakalan diijinkan masuk. Paus di Vatikan menyerukan agar gereja-gereja pro aktif memikirkan dan bertindak untuk menolong pengungsi.



Sementara itu, media-media online Jerman menampilkan sambutan hangat warga Jerman bagi pengungsi Suriah yang datang melalui jalur kereta api. Sampai saat ini "arus" pengungsi asal Suriah masih terus mengalir keluar ke negara-negara Eropa. [Foto : Istimewa].