Berita Bethel
Penulis: Pram (29/01/2015)

Menjaga Hati Nurani


Hati nurani memiliki peran penting dan tidak bisa diabaikan dalam kehidupan ini. Tentunya, Kuasa Roh Kudus paling utama. Hal ini disampaikan Pdt. Rubin Adi saat sesi ibadah pagi sebelum masuk sesi pembekalan Power Character (Kamis, 29/01).



Pdt. Rubin Adi mendefinisikan tentang hati nurani (HN) bermakna kesadaran moral yang menilai apakah suatu tindakan itu benar atau salah. Ia mengutip nats I Timotius 1:18-20 “Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu, supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni. 1:19 Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka”.



Tidak hanya mengutip nats Firman Tuhan saja, Pdt. Rubin Adi mengutip beberapa pandangan tentang hati nurani beberapa tokoh dunia antara lain Albert Einstein : “Jangan lakukan apapun yang bertentangan dengan hati nurani walaupun negara memintanya”. Mahatma Gandhi : Pengadilan diatas negara  adalah pengadilan hati nurani. Vincent Van Gogh : Hati Nurani adalah kompas hidup manusia. Pepatah China : Hati Nurani yang murni adalah perlindungan diri yang baik.Digali dari bahasa aslinya, hati nurani bermakna pembimbing yang sifatnya konsisten (tetap). Inner life (Tuhan saja yang tahu pikiran kita). Ada suara hati yang menuduh atau membela.



Beberapa nats tentang hati nurani yakni KIS 24:16 “Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.Roma 9:1 “Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus”. Namun, hati nurani tidak bisa dipaksakan kepada orang lain sehingga tidak menjadi batu sandungan (I Korintus 10:27-32 “Kalau kamu diundang makan oleh seorang yang tidak percaya, dan undangan itu kamu terima, makanlah apa saja yang dihidangkan kepadamu, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani.............”).



Hati adalah penting sebab hati adalah inti manusia (Amsal 27:19); hati dipilih Allah (I Samuel 16:7 dan Matius 6:1-18); hati sebagai sumber kejahatan yaitu tinggi hati, mendua hati, tawar hati, kecewa, sakit (pahit hati), seperti tertulis pada nats Markus 7:21-23 dan Ibrani 12:15; hati bisa alirkan kehidupan (Amsal 4:23); hati murni maka akan mendatangkan kuasa Allah (Markus 11:24-25). Dibagian akhir, Pdt. Rubin Adi menekankan pentingnya hati yang bersih, ada pengampunan, pelayanan bisa berkembang.