Berita Bethel
Penulis: Pram (23/11/2015)
Maritim Jadi Prioritas Kerja Sama Asia Timur


Presiden Joko Widodo menyampaikan kerja sama maritim sebagai prioritas baru dalam kerja sama KTT Asia Timur (East Asia Summit/EAS). Dia pun memberikan apresiasi kepada seluruh negara KTT Asia Timur atas dukungan yang diberikan bagi prakarsa Indonesia mengenai EAS Statement on Enhancing Regional Maritime Cooperation yang akan disahkan pada KTT kali ini.



"Statement EAS merupakan deklarasi politik yang menunjukkan komitmen negara peserta EAS untuk meningkatkan dialog dan kerja sama di bidang maritim," kata Presiden Jokowi sebagaimana dikutip dari Antara, Minggu (22/11/2015).



Presiden Jokowi mengatakan pengesahan dokumen itu memerlukan tindak lanjut melalui kegiatan konkrit yang didapatkan melalui KTT ke -10 yang dilaksanakan di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC).



"Untuk itu, saya ingin mendorong pengembangan ekonomi maritim berkelanjutan, konektivitas kelautan, kerja sama antarlembaga penelitian, dan mengatasi tantangan lintas batas," tambah Presiden.



Presiden Jokowi mengajak negara peserta EAS untuk memerangi Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing. Untuk itulah, Presiden Jokowi mengusulkan perlunya dibentuk suatu instrumen hukum di kawasan guna memberantas IUU Fishing.



Presiden juga menyampaikan visi Indonesia ke depan dalam kerja sama EAS, yakni memperkuat kerja sama penanganan illegal migration/irregular movement of persons dan mekanisme regional dalam penanggulangan bencana dan penyakit menular dan mendukung serta ikut menjadi co-sponsor Statement of the 10th East Asia Summit on Enhancing Regional Health Security relating to Communicable Diseases with Epidemic and Pandemic Potential prakarsa Republik Korea.



KTT ke-10 Asia Timur itu, menurut Tim Komunikasi Presiden Ary Dwipayana, dihadiri antara lain oleh PM Malaysia Najib Abdul Razak, Presiden Republik Korea Park Geun Hye, PM Jepang Shinzo Abe dan PM RRT Li Keqiang, PM Australia Malcolm Turnbull, PM Selandia Baru John Key, PM India Narendra Modi serta para Kepala Negara/Kepala Pemerintah ASEAN. [Sumber: ekonomi.metrotvnews.com/Foto:Istimewa].