Berita Bethel
Penulis: Pram (25/11/2015)

Kembangkan Perikanan Budi Daya, Menteri Susi Ingin Indonesia Tiru Norwegia


Pemerintah dalah hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan kerjasama di bidang perikanan budidaya bersama Norwegia. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menginginkan para pembudidaya, belajar dari Norwegia mengenai proses budidaya yang baik dan benar.



“Benefit-nya kita bisa belajar aquaculture yang berkelanjutan dari Norwegia”, paparnya saat konferensi pers di Hotel Shangrila Jakarta, Selasa (24/11).



Menteri Susi mengatakan, selama ini Norwegia selalu melakukan riset di bidang budidaya. Dia pun mengharapkan, dengan adanya kerjasama ini, Indonesia juga dapat memperindah ekosistem yang baik, sehingga dapat menghasilkan perikanan budidaya yang baik.



“Mereka selalu melakukan riset-riset. Saya harap Indonesia belajar dari situ.Sehingga Indonesia dapat membangun aquaculture yang ramah lingkungan, produktif juga memperindah ekosistem yang baik”, terang Susi.



Kemudian, Susi menginginkan Indonesia dapat menjadi pengekspor budidaya perikanan seperti Norwegia. Dia mencatat, Norwegia sebagai pengekspor budidaya ikan salmon hingga USD 10 miliar per tahun. Angka tersebut sangat jauh jika dibandingkan Indonesia yanga hanya dapat mengekspor perikanan jenis budidaya sebanyak USD 4,6 miliar.



Untuk menyamai Norwegia, lanjut Susi, dibutuhkan kesamaan. Di Norwegia, penggunaan antibiotik tidak diperbolehkan. Dia menilai masih banyaknya penggunaan antibiotik pada perikanan budi-daya, dapat mengurangi kualitas perikanan Indonesia, khususnya perikanan hasil budidaya.“Karena residu di antibiotik tidak sehat, seharusnya tidak dikonsumsi lagi oleh kita”, jelasnya.[Sumber : www.kkp.go.id/Foto : Istimewa].