Berita Bethel
Penulis: Pram (25/11/2015)

GMKI Menolak Revisi UU KPK


PP GMKI (Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) dibawah pimpinan Ketua Umum, Ayub Manuel Parengkuan (Periode 2014-2016) menyatakan sikap perihal pemberantasan korupsi di Indonesia, seperti rilis yang dibagikan kepada awak media cetak dan online di Gedung BPK Gunung Mulia, Jakarta (Selasa, 24/11).



Sikap itu disampaikan pada acara Diskusi Publik "Masa Depan Pemberantasan Korupsi di Indonesia dalam Perspektif Parpol". GMKI menegaskan sikapnya yaitu DPR agar mendukung capim KPK yang bersih, transparan, berintegritas, berkompetensi, dan tidak berafiliasi kepada Parpol. DPR tidak mengulur waktu proses seleksi capim KPK. Mendesak Parpol-Parpol untuk transparan dalam pendanaan.



Selain itu, GMKI prihatin dengan maraknya (oknum) wakil rakyat yang berurusan dengan hukum yaitu kasus-kasus korupsi. Selanjutnya, organisasi mahasiswa ini revisi UU KPK identik dengan perlemahan KPK.



Revisi tersebut berwujud "pemangkasan" kewenangan KPK seperti penyadapan, penyelidikan, penyidikan, penyitaan dan penuntutan. Pasal 4 RUU KPK menuliskan tentang kewenangan pencegahan korupsi, bukan pemberantasan yang mengarah kepada penindakan. Komitmen pemberantasan korupsi dapat ditunjukkan melalui penolakan terhadap rencana revisi UU KPK.



Firman J. Daeli (Team Perumus UU KPK) hadir pada acara ini dan mengatakan dia lebih setuju jika dilakukan addendum (penambahan) bukan revisi terhadap UU KPK. Menurutnya, saat ini mendesak perlu untuk melakukan penguatan sistem kepemimpinan KPK, peningkatan dukungan politik dari eksternal seperti Parpol, Pemerintah, Ormas, Media, dan lain-lain.Selain itu, diperlukan semngat melengkapi kekurangan-kekurangan pejabat KPK.



Sementara itu, Grace Natali (Ketum Partai Solidaritas Indonesia), seorang mantan jurnalis di sejumlah media televisi swasta terkemua dan konsultan politik mengatakan banyak anak-anak muda yang bingung dalam memilih Parpol, person dalam Pilkada maupun Pilpres.



Ia berpesan agar kaum muda terutama, bisa memilih pemimpin yang tepat dan efeknya sampai 5 tahun ke depan. Pihaknya juga anti korupsi. Foto : Firman J. Daeli, moderator dan Grace Natali.