Berita Bethel
Penulis: Pram (08/12/2015)

Dep.Teologia : Pasti Selamat, asal..?


Atas dasar Allah tidak dibatasi waktu, maka Allah mempunyai otoritas ketika menentukan pilihan perihal siapa yang diselamatkan-Nya karena kedaulatan-Nya, sementara itu pada saat yang sama dalam kemahatahuan-Nya, Allah juga mengetahui siapa manusia yang menggunakan kehendak bebasnya secara positif untuk meresponi panggilan-Nya.



Hal itu disampaikan Pdt. Rubin Adi guna menjawab pertanyaan yang kerap kali mengemuka di publik perihal penetapan Allah atas keselamatan seseorang itu diawali oleh kedaulatan-Nya atau kemahatahuan-Nya ?.



Serta menjawab pertanyaan hal mana yang terlebih dahulu, Allah menentukan keselamatan bagi seseorang sehingga akhirnya ia percaya ? atau karena Allah mengetahui siapa yang akan meresponi panggilan-Nya pada waktu Injil diberitakan, baru Ia menentukan keselamatan seseorang ?.



Ia berbicara sebagai nara sumber pada acara Seminar Sosialisasi Theologia Keselamatan dan Biblical Grace digelar Departemen Teologia BPH GBI, Litbang BPD DKI Jakarta dan INISEL di GBI Damai Sejahtera, Jakarta Pusat (7/12).



Nara sumber acara ini yaitu Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham (Ketua Teologia dan Pendidikan). Hadir pula Pdt. Dr. Soehandoko Wirhaspati (Ketua MP BPH GBI), Pdt. Paul R.Wijaya (Sekum BPH GBI), Pdt. Hengky So, MTh (Ketua Departemen Teologia), Pdt. Dr. Purum Marbun , MTh (Ketua Dep. Diklat BPH GBI) dan para hamba Tuhan di DKI Jakarta dan sekitarnya.



Keberatan Terhadap Doktrin Sekali Selamat Tetap Selamat. Menyikapi beredarnya pandangan (doktrin) "sekali selamat tetap selamat", Pdt. Rubin menjabarkan tiga keberatan yakni Pertama, Fatalisme (manusia seperti boneka karena semua sudah ditentukan, bukan hanya diketahui Tuhan). Kedua, Kelalaian dalam perilaku (seseorang sudah diselamatkan, ia akan melakukan tindakan apa saja dan berpikir dirinya tidak akan kehilangan keselamatan. Ketiga, Mengurangi semangat PI.



Mempertahankan Keselamatan. Terdapat empat ayat yang menegaskan perihal peringatan keras untuk menjaga dan mempertahankan keselamatan yakni Lukas 12:10 (menghujat Roh Kudus tidak akan diampuni dosanya).



Ibrani 6:4-6 (orang murtad tidak mungkin diperbaharui). II Tim 2:12 (Dia akan menyangkal kita, jika kita menyangkal-Nya). Wahyu 3:5 (Di-delete/dihapus dari kehidupan), walau nama seseorang pernah dituliskan disitu sesuai dengan Keluaran 32:32-33.



Keselamatan Bisa Hilang ?. Hilangnya keselamatan berdasarkan nats Lukas 12:10 yakni ketika seseorang menghujat Roh Kudus, setelah melalui tahapan-tahapan seperti mendukakan Roh, memadamkan roh, mendustai Roh, menentang Roh sehingga menghujat Roh Kudus.



Pasti selamat, asal ....? dan Tujuan Akhir Keselamatan. Keselamatan kekal dijamin di dalam Yesus Kristus, namun hal itu dengan syarat yaitu tinggal di dalam Kristus (Yoh 15:5-6, Roma 11:19-24). Tujuan akhir keselamatan adalah semakin mengenal dan mencintai Kristus (Yohanes 17:3) sehingga mengarah menjadi serupa seperti Kristus (Roma 8:29).



Sesi sebelumnya disampaikan Pdt. Rubin Adi dengan judul Keselamatan Bisa Hilang ?.Baca juga : Tidak Ada Keselamatan Pasca Kematian