Berita Bethel
Penulis: Pram (08/12/2015)

BPD Jakarta : Natal Korda WBI


Kehadiran Yesus Kristus ke bumi ini bukan bernuansa terbatas pada misi penyelamatan umat manusia yang berdosa saja, melainkan Ia mempunyai misi lain yaitu pemulihan keluarga salah satunya. Hal itu atas dasar tema Natal WBI Korda DKI Jakarta di GBI Rehobot, Mal MAG, Jakarta-Utara (Senen, 7/12) yakni "Kelahiran Yesus Membawa Terobosan Baru - Nats Matius 1:18-20".



Matius 1:18 "Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.



1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus".



Usai sebagai nara sumber pada acara Seminar Sosialisasi Theologia Keselamatan dan Biblical Grace digelar Departemen Teologia BPH GBI, Litbang BPD DKI Jakarta dan INISEL di GBI Damai Sejahtera, Jakarta Pusat, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham (Ketua Teologia dan Pendidikan) sore hari tampil sebagai pembicara.



Hadir juga Ketua dan Pengurus Pusat WBI BPH GBI, segenap jajaran pengurus Korda WBI DKI Jakarta, Pdt. Yuliana Pudjo, Pdm. Sielly Retno Herawati, dan Pdt. Rina Sulanti. Acara dibuka dengan puji-pujian dan persembahan pujian dari Grup Paduan Suara Halleluyah. Mayoritas hadir adalah para wanita GBI se DKI Jakarta.



Pdt. Rubin Adi menjabarkan tema diatas menjadi tiga poin pembahasan . Poin pertama, Yesus hadir untuk memulihkan (hubungan) keluarga. Yusuf nyaris (bubar) meninggalkan Maria karena ada salah paham sebab Maria mengandung dari benih Roh Kudus. Namun hal itu tidak terjadi sebab Yusuf menguasai dirinya (ayat 19). Artinya dalam kehidupan ini jangan mudah tersulut emosi.



Selanjutnya,kita harus mengerti rencana-Nya (ayat 20). Artinya, biarlah kehendak Tuhan saja yang jadi. Sehingga karakter kita dibentuk seperti Kristus yaitu penuh kasih, meneduhkan hati supaya menjadi saluran berkat.



Pdt. Rubin mengutip perkataan sepasang pasutri di AS yang hidup rukun dalam pernikahan selama 87 tahun dan tercatat di rekor Guiness Book of Record. Pasutri tersebut saling menerima kekurangan, kelemahan satu sama lainnya (pihak suami) dan pihak istri selalu mendoakan suaminya setiap hari.



Poin kedua, Yesus hadir guna memberikan terobosan di bidang keuangan (ekonomi), sesuai dengan nats Matius 2:11,13. Yusuf dan Maria hidup sederhana, namun ketika Yesus lahir, ada orang-orang Majus yang membawa persembahan berupa emas, kemenyan dan mur. Pdt. Rubin berpesan, walau orang percaya hidup di masa sulit, Tuhan sanggup memelihara (Filipi 4:19). Dia sanggup cukupkan keperluan kita namun bukan keinginan kita.



Sembari mengutip contoh-contoh peristiwa nyata yang tertulis di Alkitab, ia memaparkan bagaimana Tuhan memelihara umat-Nya dengan cara tak terduga seperti seorang janda (miskin) di Sarfat, Elia dikirim makanan melalui jasa burung gagak. "Cukupkan diri, tidak serakah (Filipi 4:11) dan miliki gaya hidup memberi (Amsal 11:24-25). Cintailah Yesus, maka engkau berkenan di hadapan Tuhan," pesannya.



Poin ketiga, Yesus hadir guna memulihkan pelayanan (Matius 3:1-3). Pdt. Rubin mengatakan setelah 400 tahun yang penuh dengan kesunyian (masa peralihan PL menuju PB), maka tampillah Yohanes Pembaptis. Ia mempersiapkan umat yang layak bagi Tuhan. Mengakhiri kotbahnya,



Pdt. Rubin mengingatkan tanda-tanda kedatangan-Nya kedua semakin nyata seperti a-nomali alam, cuaca, perilaku dan lain-lain. "Kita harus siap sedia, " pungkasnya.Selamat Natal 2015.