Berita Bethel
Penulis: Pram (11/12/2015)

BPD Jakarta : Erat dengan Tuhan


Pdp. Theodorus menjadi pembicara Natal bagi 13 Kelompok Sel (Cool : Community of Love) yang terdiri dari sekitar 300-an jemaat yang bernaung di bawah GBI Mal Matahari, Kalideres, Jakarta-Barat (Rabu, 9/12).



Tema yang diambilnya yaitu” Erat dengan Tuhan, Alirkan Kasih Kristus yang Sempurna”. Ia mengutip nats Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”.



“Kelahiran Yesus Kristus bermakna kasih,” ujarnya. Pdp. Theo mengutip juga I Korintus 13:4-8 “Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan...... "Jangan melampaui yang ada tertulis", supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain....... mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?..............”.



Menurutnya, Kasih itu penting dalam kehidupan sehari-hari orang percaya. Kasih itu bercirikan salah satunya yaitu sabar. Dengan nada bertanya, ia mengatakan apakah kita masih sabar saat menghadapi masalah?.



Bahkan, katanya Kasih itu murah hati, tidak cemburu. Apakah kita suka sombongkan diri ?. Mungkin ketika orang hebat dilecehkan, dia akan tanya kepada orang lain “ siapa saya-kamu belum tahu?”. Kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ada juga pengajaran kasih over dosis (hyper grace). Sekali selamat tetap selamat. Hal yang benar, keselamatan itu harus dipertahankan.



“Hati-hati banyak pengajaran keselamatan yang keliru. Keselamatan yang benar hanya ada di dalam Yesus. Tekun, terus belajar Firman Tuhan. Kasih yang sempurna hanya didapat dengan erat dengan Tuhan,”tegasnya.



Ia berpandangan halangan untuk menjalin hubungan yang erat dengan dengan Tuhan antara lain baal (moderen). Salah satunya yaitu pikiran yang berfokus kepada diri sendiri, pekerjaan (berkelebihan) sehingga lupa kepada Tuhan.



Bentuk lainnya berhala moderen bermacam-macam : anak, kekuasaan, hobi, dan lain-lain. Intinya, semua hal yang menjadikan orang percaya lupa kepada Tuhan.“Berhala-berhala yang selama ini mengganggu, anda pilih yakni anda potong (buang/tinggalkan) sendiri atau Tuhan yang potong?. ,” ujarnya.



Upayakan ada waktu lebih buat erat dengan Tuhan. Misalnya masuk ke Menara Doa, ikut Kom-Sel, membuat Saat Teduh Pagi secara rutin, Gembala Jemaat rindu agar semua jemaat bisa masuk ke kehidupan kekal, merupakan pamungkas renungan Firman Tuhan yang disampaikannya. Acara dilanjutkan dengan persembahan lagu-lagu pujian Natal, permainan, tarian dan door prize.