Berita Bethel
Penulis: Pram (21/12/2015)

PGI Tolak Revisi UU KPK


Meresponi maraknya korupsi di Indonesia, gereja-gereja di Indonesia bertekad menanggulangi korupsi sesuai dengan amanat Sidang MPL-PGI (26-30 Januari 2012) di Talaud. Gereja berpandangan korupsi sebagai penyangkalan terhadap hakekat manusia sebagai gambar Allah (Imago Dei-Kejadian 1:27).



Hal itu tertuang dalam surat PGI Nomor 971/PGI-XVI/2015, tanggal 14 Desember 2015 yang ditujukan kepada presiden RI. Penanda-tangan surat yaitu Ketum PGI (Pdt. Dr. Henriette T.H. Lebang) dan Pdt. Gomar Gultom (Sekum PGI).



Redaksi menerima kopi surat itu ketika menghadiri pertemuan dengan Sekum PGI, Pdt. Gomar Gultom dan Bendahara Umum PGI (Ivan Rhinaldy) bersama dengan wartawan media online dan cetak yang tergabung dalam wadah PERWARNA di kantor PGI Jakarta (Kamis, 17/12). Hadir juga Humas PGI, Jeirry Sumampow (tidak nampak pada foto).



Inti surat itu menyuarakan keprihatinan terhadap revisi UU KPK yang terdiri dari upaya membatasi hak KPK untuk melakukan penyadapan, penghilangan kewenangan KPK untuk melakukan penuntutan, penghilangan kewenangan KPK untuk merekrut penyidik independen di luar Kejaksaan dan Kepolisian, pemberian kewenangan kepada KPK untuk menerbitkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan, Red).



Pernyataan Sekum PGI lainnya yaitu berkaitan dengan protes atau pelarangan pendirian rumah ibadah yang dilakukan OTB (Organisasi Tanpa Bentuk) tertentu. "Pejabat negara harus tunduk kepada peraturan negara, bukan kepada massa," tegasnya. Sekum PGI menyoroti makna Pasal 14 ayat 3 dalam PBM, yaitu tertulis jika belum bisa memenuhi unsur syarat pendirian rumah ibadah, maka Pemerintah wajib memfasilitasinya.



Pdt. Gomar menambahkan, jika rumah ibadah yang telah ada (berdiri) sebelum berlakunya PBM tersebut, maka Pemerintah wajib memfasilitasi juga perijinannya. Perijinan rumah ibadah adalah kewenangan pejabat negara (Walikota, Bupati), bukan pada FKUB. "Perlu revisi PBM tersebut," pungkasnya.



Sekum PGI akan menggelar temu rutin dan kerja-sama dengan wartawan media online dan cetak Pewarna di masa yang akan datang.