Berita Bethel
Penulis: Pram (27/12/2015)

BPD Jakarta : Natal GBI Glow - Bamag Nasional


Natal dengan tema " Yang Datang Yang Menyempurnakan (Ibrani 10:1)" diadakan GBI Glow Jakarta - Bamag Nasional (Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional) di JCC kawasan Senayan, Jakarta (Kamis, 24/12).



Acara dimulai jam 21:30 WIB dengan pujian-pujian Natal dan pementasan singkat sejarah mula-mula pelayanan para misionaris luar negeri ke tanah Jawa (Tunggul Wulung), Sumatera Utara (Nomennsen), Papua (JG. Gaissler) dan para misionaris lainnya.



Ketua Umum Bamag Nasional, Pdt. Dr. Japarlin Marbun dalam sambutan singkatnya mengatakan mari merayakan Natal 2015 dengan semangat dan Tuhan tidak akan membiarkan orang percaya. Sebab, Ia menyertai kita sampai kepada akhir zaman.



Selanjutnya, penyalaan lilin Natal 2015 dilakukan bergantian oleh Pdt.Gilbert Lumoindong, STh, Pdt. Dr. Japarlin Marbun, Pnt. Dr. Saur Hasugian, MTh, DD (Ketua Dewan Pembina Bamag Nasional), hamba Tuhan Suzette Hattingh, dilanjutkan para hamba-hamba Tuhan lainnya (Foto). Hadir juga Pdt. Dr. Timotius Hardono (Wakil Ketua Umum Bamag Nasional), Hence Bulu, STh (Sekretaris Umum Bamag Nasional) dan Danny,Wakil Sekum Bamag Nasional (tidak nampak pada foto) dan para undangan lainnya.



Target Setan.Mengawali kotbah Natal 2015, Gembala GBI Glow (Pdt. Gilbert Lumpindong, STh) mengatakan setan mempunyai sasaran (target) yaitu untuk menghancurkan keluarga. Namun, ia menegaskan setan itu dudah berada di bawah kaki orang percaya sebenarnya.



Selain itu Pdt. Gilbert memotivasi jemaat dan undangan yang hadir agar tetap maju mengikuti (melayani) Tuhan. Karena roh orang percaya lebih besar daripada roh-roh di dunia ini.



Waspadai 3P. Perkembangan politik di tanah air mendapatkan atensi Pdt. Gilbert. Ia menilai bangsa Indonesia tidak mengalami kemajuan sebab banyak orang yang berjiwa Pengecut, Penjilat dan Pengkianat alias 3P. "Sulit untuk mencari orang yang bertanggung-jawab dan setia saat ini. Bahkan gereja kehilangan hamba Tuhan, pelayan Tuhan dengan kualitas itu," katanya dengan nada prihatin.



Ada Pengharapan di dalam Kristus. Selanjutnya, Pdt. Gilbert menambahkan Allah itu adalah bertanggung-jawab sebab Ia meninggalkan Sorga untuk menyelamatkan umat manusia. Meskipun manusia tidak setia, Allah tetap setia. Menurut pengamatannya, saat ini berita-berita menyiarkan info yang menakutkan.



Pdt. Gilbert mengajak para hadirin untuk merenungkan betapa besar kasih Kristus. "Siapa yang berharap kepada-Nya tidak akan dipermalukan. Ada kepastian harapan (di dalam Kristus)," tegasnya.



Ibrani 10:19-23 ".....karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,10:21 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.10:22 ....karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.10:23 Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia".



Nats diatas ditafsirkan Pdt. Gilbert menjadi empat makna yaitu 1. Natal adalah jalan baru. Artinya jalan yang selama ini tidak dikenal manusia. Jalan yang bermakna anugerah bagi manusia (untuk diselamatkan). Dengan demikian, orang percaya harus melakukan hal yang terbaik selagi mampu (bisa). Apa yang tidak mampu dibereskan orang percaya, Tuhan sanggup menyelesaikannya.



2. Yesus adalah Imam Besar (The Highest Priest). Ia membereskan semua urusan di Sorga sehingga orang percaya menjadi warga negara Sorga. 3. Pembersihan hati terhadap pikiran negatif dan kekuatiran.



4. Tuhan Yesus Kristus itu setia. Ketika seseorang menerima jalan anugerah (keselamatan), maka ia dibawa menuju kepada kemuliaan Tuhan, sesudah seseorang dibersihkan dari hal-hal negatif tersebut.Acara berakhir sekitar jam 00.30 WIB dalam kondisi terkendali aman (TKA) dan penuh suka-cita. Sesi sebelumnya, ibadah dan perayaan Natal GBI Glow dilaksanakan jam 18.00-21.30 WIB. Selamat Natal 2015.