Berita Bethel
Penulis: Pram (02/01/2016)

Apa itu M.E.A ?


12 Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Masyarakat Ekonomi Asean.Asian Development Bank (ADB) merilis data tentang 12 hal yang perlu diketahui soal Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan diterapkan pada tahun 2016.



ADB memaparkan sepuluh negara di Asia Tenggara berusaha meluncurkan satu pasar tunggal untuk barang, jasa, modal dan tenaga kerja untuk menjadi salah satu perekonomian sekaligus pasar terbesar di dunia.



Dalam situs resminya, lembaga itu menyatakan sedikitnya 12 hal yang musti diketahui soal MEA:1. Pusat gravitasi ekonomi global bergeser ke Asia, terutama China dan India.2. Asean menciptakan pasar tunggal MEA unuk aliran bea barang, jasa, investasi dan tenaga kerja terampil.



3. Jika Asean adalah satu negara, maka akan menjadi terbesar ketujuh di dunia dengan produk domestik bruto gabungan mencapai US$2,4 triliun pada 2013.4. Dengan lebih dari 600 juta orang, potensi pasar Asean lebih besar dari UE atau Amerika Utara.



5. Asean adalah salah satu wilayah ekonomi paling terbuka di dunia, dengan total ekspor barang lebih dari US$1,2 triliun atau hampir 54% dari total PDB Asean.6. Asean mengambil pendekatan yang lebih hati-hati untuk integrasi ekonomi regional.7. MEA didirikan pada empat inisiatif dasar yakni jadi pasar tunggal dan basis produksi; peningkatan daya saing; mempromosikan pembangunan ekonomi yang adil; integrasi Asean ke ekonomi global.



8. Infrastruktur fisik Asean sangat penting untuk MEA dalam membangun pasar tunggal dan basis produksi.9. Salah satu tantangan untuk MEA adalah kesenjangan pembangunan.10. Sejumlah analis mempercayai MEA akan melewati tenggat waktunya pada Desember 2015 karena sejumlah persyaratan yakni perubahan undang-undang domestik maupun konstitusi.



11. Fleksibilitas, yang mencirikan kerja sama Asean, bisa menjadi dalih ketidakpatuhan negara anggotanya.12. Asean membutuhkan rencana MEA di masa mendatang mencapai aspirasi pembangunan jangka panjang. [Sumber: www.bisnis.com/Foto: Istimewa].



Ini Daftar Produk Ekspor Andalan RI yang Disiapkan Hadapi MEA. Mulai 1 Januari 2016, Indonesia resmi memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Barang dan jasa dari seluruh negara anggota ASEAN ditambah China, Jepang, dan Korea Selatan akan lebih bebas untuk masuk ke Indonesia, begitu juga sebaliknya ekspor barang dan jasa Indonesia ke negara-negara tersebut lebih bebas.



Kementerian Perdagangan (Kemendag) optimis ekspor Indonesia bisa semakin melesat di era MEA ini. Kinerja perdagangan Indonesia dengan negara-negara ASEAN pada tahun ini pun sudah jauh lebih baik‎ dibanding tahun-tahun sebelumnya.



"Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) periode Januari-Oktober 2015 terlihat bahwa neraca perdagangan non migas Indonesia ke kawasan ASEAN mengalami surplus sebesar US$ 1,6 miliar atau meningkat sekitar 257,13% bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang defisit US$ 1,02 miliar," papar Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Nus Nuzulia Ishak, melalui surat elektronik kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (31/12/2015).



Nus mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan dan menyiapkan sejumlah produk yang menjadi andalan Indonesia dalam menghadapi persaingan di MEA ini.‎ Dia membeberkan, untuk ekspor produk utama dan prospektif ke kawasan ASEAN, Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2010-2014), ada beberapa yang mengalami pertumbuhan positif diantaranya :



Kawasan ASEAN: Produk Kimia (9.88%), Otomotif (14.55%), Mesin – mesin (5.81%), Makanan Olahan (12.67%), Tekstil & Produk Tekstil (5.13%), Perhiasan (19.48%), Plastik (7.96%), Ikan & Produk Ikan (10.87%), Rempah – rempah (15.52%), Kopi (23.84%), Alas Kaki (13.12%), Kerajinan (10.63%), Kulit & Produk Kulit (8.90%) dan Udang (28.30%).



Tiongkok: Kayu, Pulp & Furnitur (17.19%), Produk Kimia (4.14%), Tekstil & Produk Tekstil (19.92%), Makanan Olahan (26.06%), Otomotif (4.16%), Alas Kaki (38.54%), Plastik (9.35%), Ikan & Produk Ikan (20.19%), Udang (67.66%), Kulit & Produk Kulit (24.49%), Kopi (33.25%), Rempah – rempah (36.40%), Kerajinan (17.27%) dan Perhiasan (154.68%).



Jepang: Kayu, Pulp & Furniture (0.15%), Tekstil & Produk Tekstil (16.37%), Mesin – mesin (7.72%), Otomotif (4.83%), Produk Kimia (7.02%), Perhiasan (209.41%), Produk Plastik (2.31%), Udang (3.25%), Alas Kaki (23.04%), Kerajinan (0.01%), Rempah – rempah (12.66%) dan Kulit & Produk Kulit (2.23%).



Korea Selatan: Kayu, Pulp & Furnitur (0.80%), Tekstil & Produk Tekstil (5.56%), Produk Kimia (1.88%), CPO & Turunannya (71.82%), Mesin – mesin (12.88%), Makanan Olahan (22.56%), Otomotif (30.52%), Alas Kaki (34.86%), Plastik (13.94%), Kerajinan (20.07%), Kulit & Produk Kulit (0.11%), dan Udang (28.51%).



Untuk semakin menggenjot ekspor Indonesia, Nus menambahkan, Kemendag juga telah membuka AEC (ASEAN Economic Community) Centre yang bertujuan memberikan informasi peluang pasar yang harus diraih kepada segenap pemangku kepentingan, khususnya pejabat pemerintah daerah, pelaku bisnis, akademisi dan masyarakat umum.



"Kedepannya Kementerian Perdagangan akan terus mengupayakan promosi atas produk-produk andalan tersebut dan melakukan diversifikasi pasar guna meningkatkan kemampuan penetrasi produk-produk unggulan dalam negeri memasuki pasar-pasar yang masih cukup potensial," tutupnya. [Sumber: detikfinance/www.detik.com-Foto : Istimewa].