Berita Bethel
Penulis: Pram (22/01/2016)

Sikap Bamag Nasional Soal Tragedi Bom Jl. Thamrin


Ledakan bom dan serangan bersenjata di Jl. Thamrin (Perempatan Lalu Lintas) seberang Sarinah dan gerai kopi Starbuck beberapa waktu lalu mengakibatkan korban tewas, luka-luka dan traumatis. Korban terdiri dari masyarakat sipil sampai aparat keamanan.



Atas dasar itulah, Ketua Umum Bamag Nasional (Pdt. Dr. Japarlin Marbun) dan didampingi Sekum (Pdp. Hence Bulu) dan Wasekum (Danny) menyampaikan pernyataan keprihatinan berkaitan dengan tragedi tersebut di Jakarta (Senen, 18/1).



Pdt. Japarlin mengharapkan agar tragedi itu tidak terulang kembali. Latar belakang serangan bersenjata ini menurut Ketum Bamag Nasional bermotif ideologi tertentu dan uang (ekonomi).



Untuk itu, gereja perlu mendoakan agar semua orang bisa menyadari nilai-nilai Pancasila. Serta gereja meningkatkan peran serta di dalam bidang perekonomian masyarakat.



Selanjutnya, imbuh Pdt. Japarlin Pemerintah perlu meningkatkan (kemampuan) guna melihat (mencermati) jaringan-jaringan (teror). Sehingga jangan sampai ada kejadian, baru bertindak. Dengan tindakan antisipasi, diharapkan tidak muncul korban-korban seperti tragedi di Jl.Thamrin.



Ia mengapresiasi tindakan Polri yang bisa menangani tragedi ini dengan cepat dan singkat. Mencermati kondisi terkini, ia menghimbau agar semua pihak meningkatkan kewaspadaan, mengingat ada kelompok-kelompok radikal ada di sekitar lokasi kita.



Pdt. Japarlin berpesan agar masyarakat jika melihat orang-orang baru disekitarnya dan nampak mencurigakan, agar melaporkan ke aparat keamanan setempat supaya mereka ditangani aparat. Dengan demikian kita jangan bertindak sendiri-sendiri, pesannya.



Ketum Bamag Nasional mengharapkan agar kesadaran berbangsa dan bernegara semakin meningkat. Ia mendesak perlunya langkah Pemerintah, tokoh agama untuk menyadarkan orang-orang tertentu yang berpaham radikal akibat ideologi tertentu. "Agama apapun tidak mengajarkan untuk menciderai, membunuh orang lain, Namun akibat paham radikal orang mau lakukan itu ," tegasnya.



Selain itu ia meminta agar Pemerintah mencegah meluasnya paham radikalisme. Biang keladi radikalisme menurut pandangannya ialah ketidak-adilan dan kesenjangan ekonomi. "Jangan sampai hal itu mengakibatkan radikalisme," katanya.



Terdapat sekelompok orang dengan motif ekonomi kemudian dilatih menjadi pelaku-pelaku bom bunuh diri hanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka. Ia pun prihatin jika di kemudian hari keluarga, keturunan para pelaku bom bunuh diri dicap sebagai keturunan teroris. "Perlu langkah-langkah komprehensif Pemerintah guna atasi masalah ini," pungkasnya.



Video selengkapnya pers kon ini, silahkan menyaksikannya di sini.