Berita Bethel
Penulis: Pram (04/02/2016)

Mentan: Harga Bawang Merah Meroket Akibat Spekulasi


Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai, ada sesuatu yang tidak biasa atau anomali di balik meroketnya harga komoditas bawang merah hingga mencapai sekitar Rp 30.000 per kg di pasaran.



“Ini ada anomali di balik harga bawang merah yang merangkak naik di pasaran, khususnya di Jakarta, sampai Rp 30.000 (per kg) itu,” kata Amran di sela panen raya komoditas bawang merah di Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (2/2).



Anomali tersebut diungkapkan Amran pasalnya harga jual di tingkat petani saat ini berkisar antara Rp 8.000 hingga Rp 10.500 per kg komoditas bawang merah. “Seperti kita lihat hari ini, bahwa harga di petani adalah Rp 8.000, tapi di Jakarta Rp 30.000 (per kg). Ini artinya ada anomali di sana.



Supply demand enggak berlaku kan? Karena petani enggak rasakan kenaikan itu kok,” ujar dia.Menurut Amran, meroketnya harga bawang merah karena adanya spekulasi dari orang-orang yang berada di tengah-tengah antara petani dan konsumen.



“Ini seharusnya dibikin bahagia semuanya. Caranya adalah middleman itu harus kita persempit, dengan mengurangi sedikit keuntunganya. Caranya yaitu kontrol dengan mekanisme pasar dengan memperkuat Bulog, tapi maksudnya bukan mau tekan mereka,” ujar dia.



Ketika ditanya mengenai harga beli Bulog yang berada di bawah pengepul, Amran mengatakan, hal tersebut justru positif dan menguntungkan petani. “Itu bagus karena kita juga ingin petani untung, jadi tidak perlu dimatikan pengepul itu. Kita hanya mengawasi jika nanti dijual di pasaran dengan harga tidak wajar, di situ Bulog masuk dengan operasi pasar,” jelasnya.



Dari informasi yang dihimpun, bawang merah mengalami kenaikan harga sebesar 16,31% menjadi sekitar Rp 25.000 sampai Rp 30.000 per kg. Hal itu memberi andil terhadap inflasi sebesar 0,09% dari total inflasi Januari 2016 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 0,51%.[Sumber: www.beritasatu.com]