Berita Bethel
Penulis: Pram (16/02/2016)
Ketahanan Psikologis dan Ketekunan


Ketahanan psikologis (psychological resilience) didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk bisa beradaptasi dengan stres dan kesulitan. Stres dan kesulitan bisa datang berupa antara lain keluarga atau masalah hubungan dengan orang lain, masalah kesehatan, atau tempat kerja dan kekhawatiran tentang keuangan.



Selain itu, resilience juga bermakna kemampuan seseorang menanggung atau beradaptasi dengan segala permasalahan ringan hingga berat, sesuatu yang alamiah ada didalam diri setiap orang, dapat dipelajari, dilatih bahkan dikembangkan.



Daya tahan disertai usaha keras, ketekunan (perseverance) membuat seseorang mampu menghadapi tantangan, dan mampu bangkit dari keterpurukan.



B.Faktor yang mempengaruhi daya tahan : 1.Self Acceptance. Menerima diri apa adanya mencakup kekuatan, kelemahan, membantu kita berpikir positif, melihat hikmat dalam perkara yang menyakitkan sekalipun.



2.Personal Growth : Seseorang dimungkinkan mengalami perkembangan jika terbuka pada setiap pengalaman dan tantangan hidup. 3.Purpose in Life : Seseorang akan merasa hidupnya berarti dan memiliki tujuan hidup akan lebih tangguh ketimbang orang yang tak memiliki tujuan hidup.



4.Environmental Mastery : Daya tahan ditentukan oleh keahlian dan kemampuan seseorang menguasai lingkungan. Orang yang memiliki daya tahan baik adalah yang mampu melepaskan sesuatu dan sadar bahwa tidak segala sesuatu yang terjadi perlu diberi respon.



5.Autonomy : Kemandirian dan kesadaran akan otoritasnya membuat orang bersikap atas pikirannya dan nilai2 yang dianutnya dan bukan berada dibawah tekanan atau perintah.6.Positive Relations with Others : Relasi yang baik dengan orang lain menjadi sumber daya tahan seseorang menghadapi kesulitan.



C.Daya Tahan dan sikap Optimism : Memiliki sikap optimis dalam menghadapi masalah dipengaruhi oleh daya, sebaliknya daya tahan dapat dirasakan melalui sikap optimis dalam menghadapi masalah. Sikap pesimis dalam menghadapi masalah dapat membuat daya tahan dalam diri berkarat.



D.Perbedaan optimis dan pesimis menurut Martin E.P.Seligman, PH.D:Martin : Aspek Waktu. Optimis : Menganggap permasalahan sesuatu yang temporary. Pesimis : Menganggap permasalahan sesuatu yang permanen.



Martin : Aspek ruang lingkup. Optimis : Permasalahan dipandang secara spesifik. Pesimis : Permasalahan dipandang secara global.



Martin : Aspek harapan. Optimis : Adanya setetes harapan utnuk pemecahan masalah. Pesimis : Masalah tanpa punya harapan pemecahan.



Martin : Aspek personalisasi. Optimis : Permasalahan sebagai kesalahan internal. Pesimis : Permasalahan sebagai kesalahan eksternal.



E.Daya tahan dan ketekunan. Ketekunan adalah fasilitas yang harus dimiliki dalam melatih dan mengembangkan bahkan menunjukkan daya tahan. Melalui ketekunan, daya tahan hadir, dilatih dan dikembangkan.



F.Ketekunan ditunjukkan dalam sikap:1. Berusaha, berusaha dan berusaha lagi. 2.Tetap dapat mengontrol dirinya ketika dilanda kesedihan. 3.Selalu menyelesaikan pekerjaan. 4.Tetap bekerja walaupun kesulitan menghadang.



5.Pantang menyerah. 6.Bekerja lebih keras walau tidak menyukai pelajaran. 7.Menahan diri tidak membelanjakan uang untuk sesuatu yang tidak perlu. 8.Menahan diri tidak menonton televisi saat harus mempersiapkan diri untuk ujian. 9.Berusaha keras melakukan hal baru walau sulit dilakukan. [Sumber : Buku CB Self Development (CB412) – Bina Nusantara University-ER/Foto : Istimewa].



Meskipun manusia berusaha mengatasi persoalan hidup dengan segala daya upaya, namun hal terpenting adalah bergantung kepada kuasa Yesus Kristus, seperti tertulis pada nats Matius 11:28 "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu".