Berita Bethel
Penulis: Pram (17/02/2016)
Digitalisasi Pelayanan Masa Depan


Teknologi semakin diyakini sebagai poros perkembangan masyarakat. Pada tanggal 30 Januari 2016, pada pidato tahunannya, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mendorong digalakkannya program pendidikan komputer untuk semua kalangan (Computer Science for All) demi membangun masa depan.



Beliau melihat bahwa pendidikan komputer harus merambah ke seluruh jenjang pendidikan, baik dari TK sampai SMU. Dasar pendidikan komputer ini adalah persiapan untuk generasi muda berjaya pada zaman digital, di mana kemampuan komputer (coding) akan menjadi roda perputaran dunia pada masa depan yang serba teknologi.



"Saya tidak ingin berbicara hanya tentang tahun depan. Saya ingin fokus pada lima tahun ke depan, sepuluh tahun, dan seterusnya.'Saya ingin fokus pada masa depan kita.'Kita hidup dalam suatu masa yang penuh dengan perubahan yang luar biasa - perubahan yang membentuk ulang cara kita hidup, cara kita bekerja, planet kita, dan tempat kita di dunia ini.



Perubahan itu adalah perubahan yang menjanjikan......Perubahan itu adalah perubahan yang mampu memperluas kesempatan atau memperlebar ketidakadilan. Dan, suka atau tidak, irama perubahan ini hanya akan bertambah cepat." (Barack Obama, Presiden Amerika Serikat).



Digitalisasi adalah sasaran pergerakan dan perubahan zaman. Sudahkah kita, gereja dan orang Kristen, menyadari dan berpartisipasi di dalamnya?. Apakah kita telah memberi dampak di dunia digital/maya?. Sudahkah Kristus berjaya di dunia maya?.



Akibat dari tidak menyadari pentingnya hal ini, orang Kristen bukan saja telah dicap sebagai kelompok orang "gaptek" (gagap teknologi), tetapi juga semakin ketinggalan dan kehilangan kesempatan untuk melayani generasi masa depan penerus gereja Tuhan. Tantangan pelayanan untuk masa depan ini harus kita gumulkan bersama-sama sekarang!.



Tidaklah mengherankan jika para penginjil telah menggunakan internet sebagai cara lain untuk memberitakan kabar baik tentang keselamatan kepada orang-orang, karena mereka suka mencoba hal-hal baru (Phil Barker).



Ketika pertama kali orang mengenal internet, banyak yang telah menggunakannya untuk hal-hal yang tidak bertanggung jawab. Hal ini membuat orang-orang Kristen tidak mau menggunakan internet untuk menyebarkan berita keselamatan. Sebenarnya apa dan bagaimana orang Kristen dapat memanfaatkan internet bagi kemuliaan Tuhan?.



KELEBIHAN INTERNET. Sulit dan mahalnya biaya untuk menjangkau orang agar mereka mendapat keuntungan dari pelayanan kita menjadi tantangan tersendiri. Dengan sifat dasar internet, tantangan tersebut dapat diatasi.



Berikut kelebihan-kelebihan yang dimiliki internet:1. Orang-orang zaman ini telah memberikan perhatian pada internet.2. Jumlah orang yang menggunakan internet semakin meningkat dengan cepat.3. Informasi didistribusikan dengan murah melalui internet.



4. Pengunjung internet tidak dibatasi oleh keberadaan secara fisik. 5. Waktu dan jarak bukanlah masalah dalam berkomunikasi via internet.6. Informasi terbaru dapat dibagikan dengan cepat secara global dan lokal.



KEKURANGAN INTERNET. Meski internet memunyai kelebihan yang dapat menunjang untuk pekerjaan memberitakan kabar keselamatan, namun ada baiknya jika kita juga memerhatikan empat kekurangan yang dimiliki internet.

1. Kepasifan adalah kelemahan yang sangat terlihat jelas. Sulit untuk memasukkan situs kita ke dalam pikiran orang lain.2. Keadaan tanpa nama adalah salah satu cara favorit setan untuk menyerang orang-orang, memisahkan mereka, dan mendorong mereka pada kesepian.



3. Isi yang tidak bermoral adalah kekurangan lain dari internet.4. Tidak adanya koreksi dan keseimbangan mengakibatkan setiap orang mudah menyebarkannya.



MEMAKSIMALKAN PELAYANAN MELALUI INTERNET. Demografi. Sebelum memulai pelayanan, Anda harus mengetahui siapa yang akan menjadi target atau sasaran. Internet dapat memberikan demografi untuk membantu Anda mengetahuinya.



Apologetika dan PI. Apologetika (penjelasan tentang iman) dan PI adalah dua area pelayanan yang dapat ditemukan di internet. Jika Anda dapat menjawab dengan baik pertanyaan-pertanyaan atau menjelaskan doktrin-doktrin iman, Anda dapat mempublikasikan artikel apologetika di situs pelayanan Anda.



Pelayanan Lintas Budaya. Internet memberi kesempatan bagi mereka yang melakukan pelayanan lintas budaya secara global agar bisa berkomunikasi secara internasional dengan biaya yang hemat. Mereka dapat mengirim dan menerima informasi meskipun berada di tempat lain yang terpisahkan oleh jarak dan waktu.



Pertumbuhan Orang-Orang Percaya. Para penginjil mulai menyadari bahwa potensi internet sama kuatnya seperti yang dilakukan oleh para pembela iman (apologet). Sekarang ini, para pendeta dan guru mulai menolong orang-orang percaya untuk bertumbuh. Jawaban-jawaban praktis atas pertanyaan-pertanyaan tentang doktrin, pemuridan, doa, orang tua, dan pelayanan, muncul di situs-situs gereja dan pelayanan.



Orang-Orang Kristen Memiliki Keuntungan Besar. Dua karakteristik yang penting dalam menggunakan internet untuk Tuhan adalah kemurahan hati dan perhatian orang. Lebih dari 90% pengguna internet mengatakan bahwa mereka mencari isi yang berkualitas tinggi dan layanan gratis.



Keinginan orang-orang Kristen untuk melayani orang lain sesuai dengan dua syarat utama tersebut. Orang-orang Kristen seharusnya tidak membiarkan komunikasi internet hanya dikuasai oleh mereka yang cakap dalam hal teknis saja, namun masih kurang peduli dengan pelayanan. Jadi mengapa tidak menggunakan media internet bagi Kristus?. [Sumber: APPPS Live Edisi No. 12 & www.sabda.org/Foto : Istimewa].