Berita Bethel
Penulis: Pram (18/02/2016)
Tantangan Masa Depan Digital Bagi Anak Tuhan


Mengetahui bahwa masyarakat di masa depan akan semakin diwarnai oleh barang digital, apa yang harus kita persiapkan untuk siap menghadapinya?. Apakah kita acuh tak acuh atau memikirkan apakah dampaknya bagi kehidupan kita, keluarga dan masyarakat, terutama gereja ?.



Pemerintah menanggapi zaman digital ini dengan menggalakkan pendidikan TI. Bagaimana kita sebagai orang percaya menanggapi perubahan zaman ini?. Berikut pendapat dari para Sahabat Apps4God.



"Batasan IT mesti jelas, jika tidak IT akan lebih banyak merusak daripada membantu, karena di dunia maya banyak hal-hal negatif yg beredar, anak-anak belum bisa memfilter mana yg baik dan mana yang buruk." (Endro Gustanto, Pebisnis).



Feronica Se, Guru PAUD "Anak sekarang merupakan generasi 'digital' - generasi 'net' perlu diajarkan/digalakkan pelajaran-pelajaran dengan menggunakan komputer. Sudah tidak jaman lagi dengan papan tulis kapur.



Ajarkan mereka untuk membuat suatu program (Software) baik program edukasi, games, dan lain-lain. Juga ajarkan mereka utk dapat menguasai hardware - teknisi/mainetenance perangkat komputer/printer/LCD dan sejenisnya."



Neti Estin, Konselor "Kemajuan informatika memang sudah tidak bisa dibendung lagi. Semoga (pendidikan TI) ini berdampak baik buat anak-anak. Tinggal caranya mengajarkan bagaimana. Maksud saya, cara menanamkan tujuannya harus tujuan yang mulia. Untuk kebaikan umat manusia."



"Menurut saya teknologi sangat erat kaitannya dengan kaum muda, apa lagi pemuda sekarang, gadjet dan perangkat digital sudah menjadi kebutuhan yang sangat penting dan terkadang membuat kita lupa akan segalanya oleh karena itu perlu ada bimbingan supaya penggunaan teknologi itu lebih terarah dan tidak justru merugikan. Terlebih untuk kemuliaan Tuhan."



Andika Rian Saputra, Guru Sekolah Minggu berpandangan, dari pendapat para Sahabat di atas, Tim Apps4God memberi kesimpulan bahwa tidak cuma anak-anak yang harus belajar, tetapi orangtua atau pemerhati anak juga perlu mengerti teknologi.



Mungkin tidak bisa mengerti dari segi hard skills, tetapi bisa meningkatkan diri dalam soft skills, terutama dalam kerohanian dan karakter. Jika kita bisa membimbing iman mereka dalam konteks zaman digital, bukan saja mereka bisa bijak memakai, tetapi mampu menghasilkan sesuatu yang memuliakan nama Tuhan.



Tanggapan Feronica adalah jawaban yang tak pernah lekang oleh zaman:Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan (Amsal 1:7). [Sumber : apppslive Edisi No.12/Foto : Istimewa].