Berita Bethel
Penulis: Pram (09/03/2016)
Maria Sharapova Akui Doping di Australia Terbuka


Maria Sharapova mengungkapkan bahwa dia telah gagal melewati tes obat-obatan dalam turnamen grand slam Australia Terbuka Januari lalu, setelah dinyatakan positif memakai zat yang sudah dia konsumsi dalam 10 tahun terakhir namun baru masuk kategori obat terlarang pada 1 Januari 2016.



Federasi Tenis Internasional (ITF) menegaskan petenis berusia 28 tahun itu akan diskors mulai 12 Maret.Sharapova mengakui mengkonsumsi Meldonium, obat pelancar aliran darah yang masuk daftar anti-doping dunia awal tahun ini. Selain memperlancar aliran darah, obat ini juga meningkatkan kemampuan gerakan pasien dengan penyakit jantung kronis, dan juga bisa memberi keuntungan bagi atlet yang sehat.



Dalam jumpa pers di Los Angeles Senin (7/3) malam waktu setempat atau Selasa pagi WIB, Sharapova diduga akan bicara tentang rencananya gantung raket, namun justru dia menginformasikan telah gagal tes doping di Melbourne.



"Saya menerima sepucuk surat dari ITF bahwa saya gagal melewati tes obat-obatan di Australia Terbuka. Saya bertanggung jawab penuh atas hal itu," kata Sharapova."Selama 10 tahun terakhir saya telah diberi obat bernama mildronate oleh dokter keluarga, dan beberapa hari lalu setelah saya menerima surat ITF saya baru tahu bahwa obat ini punya nama lain meldonium, yang tidak saya ketahui sebelumnya."



"Sangat penting untuk Anda ketahui bahwa selama 10 tahun obat tersebut tidak masuk daftar terlarang WADA (badan anti-doping dunia) dan saya mengkonsumsinya secara legal selama 10 tahun," ujar perempuan asal Rusia tersebut."Namun pada 1 Januari peraturan berubah dan meldonium menjadi zat terlarang, yang tidak saya ketahui."



"Sepanjang karir saya yang panjang, saya telah sangat terbuka dan jujur tentang banyak hal dan saya memikul tanggung jawab dan profesionalisme besar dalam pekerjaan saya ini.""Saya membuat sebuah kesalahan besar. Saya mengecewakan para penggemar, dan juga mengecewakan olahraga ini yang sudah saya mainkan sejak umur empat tahun dan begitu saya cintai."



"Saya tahu akan menghadapi akibatnya dan tidak ingin mengakhiri karir dengan cara seperti ini. Saya sangat berharap diberi kesempatan lagi untuk bermain." [Sumber : www.beritasatu.com].