Berita Bethel
Penulis: Pram (10/03/2016)
Siap-Siap Produsen Mi Jepang Bakal Banjiri Indonesia


Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Tokyo menerima minat produsen handmade mi Jepang untuk berinvestasi di Indonesia. Perusahaan di Prefektur Hyogo itu siap mengurus berbagai persyaratan administrasi. Termasuk sertifikasi halal yang disyaratkan untuk produk-produk makanan yang membidik konsumen Indonesia secara lebih luas.



Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan, minat investasi yang disampaikan produsen mi Jepang tersebut cukup menarik. Sebab, selama ini mayoritas perusahaan asal Negeri Sakura yang masuk ke Indonesia berhubungan dengan otomotif dan komponen. "Ini menunjukkan minat investasi Jepang semakin beragam," ujarnya kemarin (Rabu, 9/3).



Menurut dia, Prefektur Hyogo merupakan wilayah di bawah perwakilan RI KJRI Osaka yang kerap melakukan kegiatan promosi investasi bekerja sama dengan perwakilan BKPM di Tokyo.



Berdasar laporan yang diterima, saat ini banyak perusahaan Negeri Matahari Terbit itu yang mempertimbangkan masuk ke Indonesia setelah melihat banyaknya restoran maupun convenience store Jepang di tanah air.



"Artinya, mereka memiliki pasar segmented sebagai modal untuk menjual produk mereka," lanjut dia. Franky juga mengutip data yang disampaikan perwakilan Jetro bahwa fasilitas yang ada seperti sekolah Jepang di Jakarta pada 2014 mencapai 1.199 murid.



Kemudian, secara nasional ada 16 ribu ekspatriat Jepang.Sedangkan di Jakarta ada 10 ribu ekspatriat Jepang. "Faktor-faktor mendasar tentang fasilitas ekspatriat di Jakarta, khususnya Jepang, justru menjadi informasi yang mendorong munculnya minat-minat investasi baru dari sana," ungkapnya.



Pejabat Promosi Investasi Kantor Perwakilan BKPM (IIPC) Tokyo Saribua Siahaan menambahkan, selama ini investasi dari Jepang terdiri atas perusahaan elektronika, otomotif dan komponen, serta produk garmen.



"Bidang usaha lain yang juga diminati adalah produksi semikonduktor dan alat-alat kelistrikan. IIPC Tokyo siap mengawal minat investasi yang disampaikan investor dari Prefektur Hyogo tersebut," tambahnya.



Seiring mulainya ASEAN Economic Community, investor Jepang mulai melirik mengembangkan usaha di sektor makanan. "Mereka melihat itu merupakan peluang karena lebih dari 40 persen penduduk ASEAN ada di Indonesia," imbuhnya.



Berdasar data BKPM, realisasi investasi Jepang di Indonesia pada 2015 meningkat 6 persen dibandingkan 2014. Realisasi investasi Jepang tercatat USD 2,87 miliar dengan 2.030 proyek serta menyerap 115.400 tenaga kerja.



Kontribusi utama investasi Jepang masih didominasi manufaktur, khususnya otomotif, elektronika, dan permesinan. Juga, sektor kimia dan farmasi.Untuk komitmen investasi Jepang pada 2015, nilainya mencapai USD 8,1 miliar atau meningkat 95 persen daripada tahun sebelumnya. Itu berada di peringkat ketiga teratas dari daftar negara sumber komitmen investasi.



Di atas Jepang ada Tiongkok USD 22,2 miliar atau naik 42 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya, kemudian Singapura naik 69 persen menjadi USD 16,3 miliar. Korea Selatan juga mencatat kenaikan komitmen investasi 86 persen menjadi USD 4,8 miliar. [Sumber : www.jawapos.com/Foto:Istimewa].