Berita Bethel
Penulis: Pram (13/02/2015)

Menkeu : Program Beras Miskin Segera Dihapus


Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan ke depan akan segera menghapus pemberian subsidi pangan beras miskin (beras miskin) karena tidak tepat sasaran.Kalau kita ingin men-support ketersediaan beras bagi keluarga miskin maka akan lebih baik kita memberikan subsidi langsung," ujar Bambang di Jakarta, Jumat (13/2).

Mekanisme pemberian subsidi dapat melalui pemberian uang tunai langsung maupun mekanisme branchless banking, misalnya via telepon genggam yang dimanfaatkan sebagai alat pembayaran untuk membeli beras.

Menurutnya, mekanisme raskin kerap tidak tepat sasaran oleh karena itu lebih baik pemerintah meningkatkan daya beli masyarakat miskin untuk beras "Jadi bukannya harganya yang dimurahkan sehingga dapat dibeli oleh orang, yang kemudian malah dapat dibeli oleh orang yang akhirnya ribut sendiri, kemudian orang yang tidak berhak juga ikut membeli," katanya.

Sebagai informasi, tahun 2015 pemerintah akan memberikan subsidi pangan bagi 15,5 juta Rumah Tangga (RT) masing masing RT mendapat jatah 15 kg selama 12 bulan. Sedangkan anggaran yang dialokasikan pemerintah mencapai Rp 18,9 triliun.



Foto : Buruh pikul mengangkat beras Bulog di gudang Perum BULOG Sub Divre Ciamis, Jawa Barat. (CNN Indonesia/Antara Photo/Adeng Bustomi)