Berita Bethel
Penulis: Pram (17/03/2016)

Layanan E-payment Bakal Marak di Indonesia


Dari total populasi Indonesia, sekira 250 juta penduduk, hampir sebagian besar sudah mempunyai ponsel. Hal tersebut yang menjadi dasar bahwa pembayaran digital mempunyai potensi yang besar untuk tumbuh.



Walaupun sebagian besar masyarakat Indonesia masih menyukai sistem pembayaran tunai dan bank transfer, namun di tahun ini hingga ke depan, pembayaran secara digital akan berkembang.



Hal itu diamini oleh Randy Pangalila, Group Head Mobile Financial Services Indosat Ooredoo. Menurutnya tren teknologi berikutnya di Indonesia adalah e-payment.



"Tren berikutnya setelah e-commerce adalah pembayaran digital, hal itu juga diperkuat oleh semakin berkembangnya startup Indonesia. Tentunya sebuah Startup membutuhkan pemasukan, maka dari itu untuk mempercepat laba maka dibutuhkan pembayaran berbasis digital," jelasnya kepada media, rabu (16/3/2016).



Pendapat tersebut juga diperkuat fakta soal maraknya pemain e-commerce di Indonesia. Tercatat tahun 2015, penjualan di intenet mencapat USD7 miliar, angka yang cukup besar bagi sektor yang masih baru.



"Kesempatan masih terbuka lebar, ke depannya bukan tidak mungkin sistem COD (cash on delivery) akan menggunakan e-payment juga," tutupnya.[Sumber : www.okezone.com/Foto : Istimewa].



E-payment adalah sistem pembayaran yang menggunakan fasilitas internet sebagai sarana perantara. Saat ini banyak start up yang memfasilitasi pihak penjual dan pembeli dengan memberikan jaminan keamanan transaksi e-commerce. Untuk menjamin keamanan transaksi tersebut, start up yang menjadi perantara akan bekerja sama dengan sejumlah lembaga perbankan untuk mulai memfasilitasi e-payment secara aman, cepat dan praktis [www.maxmanroe.com].



E-commerce atau perdagangan elektronik (bahasa Inggris: electronic commerce atau e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.



Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-commerce ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), pemasaran elektronik (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dan lain-lain.



E-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekadar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-commerce juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini [https://id.wikipedia.org].