Berita Bethel
Penulis: Pram (17/03/2016)
Dampak Jika Tubuh Kekurangan Magnesium


Magnesium atau zat besi merupakan senyawa penting yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Magnesium digunakan untuk 300 reaksi biokimia dalam tubuh. Didalam tubuh manusia, sebagian besar magnesium terletak di dalam tulang.



Jika tubuh mengalami kekurangan magnesim, maka dapat menyebabkan timbulnya berbagai gangguan bagi kinerja organ tubuh manusia, terutama bagi kesehatan tulang, karena magnesium merupakan komponen penyusun tulang.



Berikut ini beberapa dampak jika tubuh kekurangan magnesium : 1. Memiliki Risiko Osteoporosis.Mendapatkan asupan magnesium yang cukup artinya Anda memiliki tulang yang padat, terhindar dari patah tulang dan osteoporosis.



Hal ini masuk akal, karena 60% magnesium tubuh trsimpan dalam tulang. Peneliti menunjukkan, beberapa tikus yang diujicobakan di laboratorium mengalami tulang rapuh dan perkembangan tulang yang tak sempurna akibat kurang magnesium.



2. Tekanan Darah Meningkat. Diet rendah magnesium dapat menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Sayangnya, suplemen tidak selalu bisa mengatasi hal tersebut. Coates menjelaskan, magnesium bisa jadi memengaruhi beberapa reaksi kimia di tubuh yang bertanggungjawab mengatur tekanan darah. Seperti misalnya dengan mengatur kadar pottasium dan kalsium, mineral kunci yang mengontrol tekanan darah dalam sel tubuh.



3. Sering Sakit Kepala. Ada beberapa bukti bahwa orang yang menderita sakit kepala seringkali disebabkan oleh kurangnya asupan magnesium. Alasannya, kekurangan magnesium bisa memengaruhi kimia otak dan memicu aktivitas otak yang mengarah pada migrain.



4. Detak Jantung Tidak Normal. Salah satu fungsi magnesium adalah untuk menjaga ritme jantung tetap pada kondisi normal. Jika tubuh kekurangan magnesium, maka denyut jantung menjadi tidak teratur.



5. Merasa Geli. Defisiensi magnesium secara ekstrim bisa membuat Anda merasa kebas, geli (kesemutan), hingga mengalami kram otot. Coates mengatakan, magnesium juga berperan pada fungsi otot dan saraf.



6. Menyebabkan Kram Otot. Mencukupi kebutuhan magnesium terbukti dapat membuat otot menjadi rileks. Jika tubuh kekurangan magnesium tentu otot akan mudah mengalami gangguan seperti kram otot.



7. Meningkatkan Risiko Depresi. Konsumsi magnesium secara terkontrol terbukti dalam merileksasikan sistem saraf manusia, sehingga terhindar dari stres. Stres merupakan penyebab utama dari depresi. Karena itu, kekurangan magnesium dapat meningkatkan risiko terserang depresi. [Sumber : www.okezone.com/Foto : Istimewa].



Apa itu zat besi [magnesium] ?. Zat besi adalah suatu zat dalam tubuh manusia yang erat dengan ketersediaan jumlah darah yang diperlukan. Dalam tubuh manusia zat besi memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan dan mengangkut electron di dalam proses pembentukan energi di dalam sel.



Untuk mengangkut oksigen, zat besi harus bergabung dengan protein membentuk hemoglobin di dalam sel darah merah dan myoglobin di dalam serabut otot.Bila bergabung dengan protein di dalam sel zat besi membentuk enzim yang berperan di dalam pembentukan energi di dalam sel.



Laki-laki dewasa (berat badan 75 kg) mengandung ± 4000 mg zat besi, sementara wanita dewasa (berat badan 55 kg) mengandung ± 2100 mg zat besi.[1] Laki-laki memiliki cadangan zat besi di dalam limpa dan sumsum tulang sebanyak 500-1500 mg, itulah sebabnya kekurangan darah (anemia) jarang dijumpai pada laki-laki.



Sebaliknya, wanita hanya mempunyai cadangan zat besi 0 – 300 mg sehingga rentan terhadap anemia, apalagi pada usia subur wanita mengalami menstruasi.Kebutuhan zat besi tergantung kepada jenis kelamin dan umur.



Kecukupan yang dianjurkan untuk anak 2-6 tahun 4,7 mg/hari, usia 6-12 tahun 7,8 mg/hari, laki-laki 12-16 tahun 12,1 mg/hari, gadis 12-16 tahun 21,4 mg/hari, laki-laki dewasa 8,5 mg/hari, wanita dewasa usia subur 18,9 mg/hari, menopause 6,7 mg/hari, dan menyusui 8,7 mg/hari.



Angka kecukupan ini dihitung berdasarkan ketersediaan hayati (bioavailability) sebesar 15%. Zat besi dalam makanan dapat berasal dari sumber nabati dengan ketersediaan hayati 2-3% dan sumber hewani dengan ketersediaan hayati 20-23%.



Untuk meningkatkan ketersediaan hayati, zat besi yag berasal dari tumbuh-tumbuhan dapat ditambahkan dengan vitamin C dan asam organik lainnya. [Sumber : https://id.wikipedia.org].