Berita Bethel
Penulis: Pram (15/02/2015)

Gereja sebagai Pusat Pendidikan Jemaat


Gereja bukanlah sekedar tempat berkumpulnya umat atau jemaat, melainkan center of education bagi seluruh warga gereja. Dalam konteks ini gereja harus memberikan layanan pendidikan atau pembinaan bagi warga gereja. Ruth Selan dalam buku Pembinaan Warga Jemaat memberikan penjelasan bahwa pendidikan merupakan usaha manusia atau badan memberikan pengetahuan secara formal dan informal yang terjadi dalam lintasan waktu sejak lahir sampai berakhir di liang kubur .

Lebih lanjut disebutkan bahwa pendidikan adalah proses yang berlangsung selama hidup, Ia mendapatkan penambahan pengetahuan dan ketrampilan yang memungkinkan pribadi tersebut mengalami pengembangan.

Dalam konteks pendidikan Kristen, Ruth Selan menyebutkan bahwa pendidikan dimulai dengan mengajarkan tentang keselamatan, dimana semua warga jemaat percaya dan hidup dalam penyerahan diri kepada Tuhan Yesus, kemudian menerima pembinaan dan pengajaran yang berujung pada kehidupan yang berbuah . Gereja harus mengerjakan tugas-tugas pendidikan secara khusus dalam bingkai rohani melalui pengajaran dan pemberitaan firman Tuhan. Karena itu gereja tidak mungkinmenghilangkan fungsi dan peran pendidikan ditengah-tengah jemaat.

Merujuk kepada teks 2 Timotius 3:15-17 proses pendidikan jemaat dapat dipahami bahwa tujuan pendidikan jemaat terdiri atas beberapa hal yakni : pertama, menjadikan jemaat percaya dan mengenal Alkitab; kedua, proses penemuan kebenaran firman Tuhan yang pada gilirannya jemaat mengalami pembaharuan tingkah laku dan menghidupi kebenaran; ketiga, menjadikan umat Tuhan menjadi pribadi yang bijaksana dengan menghidupi iman di dalam Kristus; keempat, dengan pendidikan kepada jemaat diharapkan warga gereja diperlengkapi dan mengalami perubahan perbuatan menuju kesempurnaan kehidupan.

Senada dengan uraian dan penjelasan di atas Ruth Selan menjelaskan bahwa tugas dan fungsi gereja adalah melakukan pembinaan. Pembinaan yang menjadi bagian integral dari pendidikan di jemaat dirumuskan sebagai pengajaran yang berpusat pada Alkitab, dan merupakan proses menghubungkan kehidupan warga jemaat dengan firman Tuhan melalui pembimbingan, menuntun, dan mendewasakan dalam Kristus melalui kuasa Roh Kudus Jadi dapat disebutkan bahwa tugas pembinaan warga jemaat identik dengan tugas mendidik bagi warga gereja.

Gereja sebagai pusat pendidikan , kalimat ini tidak harus kita pahami secara formal akademis bagaikan sekolah dengan jenjang pendidikan dasar, menengah atau tinggi. Yang harus kita maknai dengan baik ialah gereja memberikan berbagai macam layanan pendidikan kepada jemaat.

Lois E. Lebar dalam buku Education That is Cristian menjelasakan konsep yang teramat penting tentang pendidikan yang harus dilakukan oleh agama-agama bukan hanya gereja saja. Lois Lebar menjelaskan bahwa agama adalah unsur vital dalam pendidikan yang utuh. Ia membuka jalan bagi pendidikan dan memberi tanggung jawab pada kebebasan untuk terjadinya pencarian kebenaran.

Dari penjelasan di atas maka hal yang sangat prinsip bagi kita dapat disimpulkan bahwa gereja sebagai tempat operasionalisasi agama Kristen, juga harus menjadi pusat pendidikan.Dalam konteks kehidupan gereja, pendidikan Kristen atau pendidikan yang berbasis Alkitab, itulah yang menjadi sajian utama.

Daniel Marsh seperti di kutip Lois Lebar menjelaskan bahwa pendidikan di gereja semestinya membuat jemaat bergairah, penuh dengan semangat menjalani hidup ini, namun pada kenyataannya banyak orang yang menganggap bahwa pendidikan bukanlah unsur yang amat penting.

Menanggapi pernyataan di atas maka salah satu hal yang kita dorong dalam gereja ialah bahwa gereja menjadi pusat pendidikan bagi jemaat, yang mampu memotivasi, menuntun, mendorong bahkan emperbaharui kehidupan jemaat. Dengan catatan ini maka akan dirasakan kemanfaatan pendidikan yang dijalankan di gereja.

Gereja sebagai pusat pendidikan rohani bagi jemaat, menjadi sangat penting diperhatikan mengapa? karena gereja kadang kala kehilangan jati diri sebagai alat ditangan Tuhan yang melanjutkan tugas-tugas pengajaran kepada jemaat. Gereja dalam fenomena satu dekade terakhir banyak mengalami “kemerosotan” khususnya dalam memberikan layanan yang prima mendidik dan mengajar jemaat.

Pada hal jika kita lihat dalam Alkitab, secara khusus Perjanjian Baru maka gereja hadir untuk mendidik umat, gereja ada untuk membawa pembaharuan melalui pengajaran yang akurat dan komprehensif. Tidak ada keraguan bagi kita untuk menyebutkan bahwa gereja sebagai pusat pendidikan. Bagi Jemaat yang ada di gereja lokal dari segala usia, gereja menjadi partner yang ditugaskan oleh Yesus Kristus membina, mendidik dan mengajar mereka untuk berjalan dalam kebenaran firman Tuhan.

Dalam pemahaman yang lebih kompleks gereja hadir sebagai pusat pendidikan bagi jemaat yang menjalankan fungsi pengasuhan Kristen dan pendidikan Kristen bagi jemaat. Harro Van Brummelen dalam buku Berjalan Bersam Tuhan di Dalam Kelas, menjelaskan bahwa pengasuhan pendidikan Kristen melibatkan banyak institusi, salah satunya adalah institusi gereja.

Gereja sebagai agen pengasuhan Kristen dalam kitab Kisah Para Rasul memberikan catatan yang penting bagaimana gereja berfungsi menjalankan pelayanan pendidikan yakni mengajar umat. Dalam Perjanjian Baru baik Petrus dan Rasul Paulus menekankan bahwa pengajaran kepada jemaat adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam fungsi gereja . Allah memilih baginya pelayan-pelayan (gembala, guru, nabi, penginjil dan rasul) untuk mengerjakan tugas pengajaran sehingga umat menjadi dewasa dan bertumbuh kearah kesempurnaan.Dalam Injil Matius 28:19-20, perintah “mengajar” ditujukan kepada gereja, meskipun ayat itu secara konteks diberikan kepada para murid.



Dalam konteks sekarang gerejalah yang harus melakukan tugas “mengajar” dan menggenapkan amanat agung. Jika melihat kepada hal ini esensi fungsi mendidik dan mengajar menjadi penting bagi gereja. Fungsi pendidikan bukan sekedar mengajar jemaat untuk mengalami pertobatan dan mengenal keselamatan, melainkan lebih dari itu maka gereja harus terus membimbing jemaat dalam kebenaran firman Tuhan yang bertujuan membawa kepada kesempurnaan seperti tuntutan firman Tuhan. Program pendidikan gereja menekankan apa yang dipercayai, dilakukan dalam kehidupan dan bagaimana berfungsi sebagai anggota jemaat atau warga gereja.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa gereja sebagai pusat pendidikan bagi jemaat adalah partner Tuhan di dunia ini untuk mengerjakan tugas-tugas mulia untuk mendidik dan mendewasakan jemaat, sehingga mereka mengenal kebenaran, percaya dan bersekutu kepada Tuhan dan menjadi alat yang efektif bagi pekerjaan Tuhan di muka bumi ini, di gereja masing2.Gereja tidak akan mungkin menghilangkan esensi ini, karena Tuhan Yesus sendiri yang menetapkan tugas dan pelayanan ini.Sebelum zaman Yesus Kristus pekerjaan mengajar di Bait Allah sudah dilaksanakan dengan baik, para imam dan juga ahli-ahli taurat bekerja dan mengajarkan umat untuk melaksanakan perintah Tuhan; meskipun seringkali dalam pengajaran itu banyak hal yang tidak cocok dengan pola-pola pengajaran yang diajarkan oleh Yesus Kristus. Dalam kitab Injil telah dengan snagat nyata diperlihatkan bahwa pekerjaan mendidik, mengajar dan menuntun orang kepada kebenaran menjadi sangat sentral.

Yesus memiliki kekhususan dalam hal mengajar kepada banyak orang. Kevin J Conner mengatakan segala yang dilakukan Yesus adalah pendidikan dan pengajaran. Yesus berkhotbah, mengajar dan menyatakan kuasa kerajaan Allah kepada bangsa Yahudi, meskipun seringkali Ia mengalami penolakan. Yesus mengajar bukan sekedar melakukan pembentangan tentang materi ajar yang panjang lebar, melainkan Ia menghadirkan sebuah kerajaan spiritual dan surgawi dengan membawa mereka kepada pertobatan dan iman.

Jika zaman Yesus saja pekerjaan pendidikan telah menjadi pusat perhatian dan juga “tindakan” yang banyak dikerjakan dalam pelayanan, lebih lagi pada masa kini. Gereja terbentuk dengan tugas-tugas dan amanat pendidikan, dimana gereja harus mengajar. Kata ini jelas akan membawakan “esensi” yang penting dan absolut bahwa gereja masa kini menjadi pusat pendidikan rohani bagi jemaat-jemaat yang dilayani.

Penulis : Pdt. Dr. Purim Marbun (Departemen Pendidikan dan Latihan) BPH GBI.

Foto:www.gbitanjungduren.com.