Berita Bethel
Penulis: Pdm. Hiruniko Ruben, M.Th (06/04/2016)

Allah Bekerja Melalui Duta-Nya


“Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali” (Nehemia 2:5). Kisah ini terjadi pada saat Pemerintahan Raja Arthasasta, raja yang memerintah Kerajaan Persia.



Nehemia berada di Persia karena mengalami pembuangan setelah bangsa Israel dihancurkan oleh Kerajaan Babel. Bangsa Israel mengalami pembuangan karena kebebalan hati mereka dengan tidak melakukan yang benar di hadapan Tuhan. Sudah banyak sekali nabi diutus ke Israel, tetapi Bangsa Israel menolak mereka.



Walaupun demikian, Tuhan Allah tidak melupakan umat pilihan-Nya. Dia mengingat janji-Nya yang telah diberikan kepada nenek moyang Israel.Nehemia mungkin tidak pernah dapat menduga bagaimana Tuhan akan memakai dia menjadi alat-Nya untuk menolong bangsanya, membangun tembok Yerusalem.



Nehemia sedang melayani di Puri Susan, yang letaknya jauh dari Yerusalem. Ia juga terikat dengan pekerjaannya sebagai juru minuman raja. Namun ternyata Tuhan mempunyai rencana lain bagi dirinya dan Nehemia meresponinya dengan benar.



Bagaimana cara agar hidup kita juga dapat dipakai Tuhan ? : 1. Berdoa. Nehemia mendengar kabar tentang saudara sebangsanya yang lolos dari penawanan, bahwa keadaan mereka sangat terdesak, karena tembok-tembok Yerusalem telah runtuh (Neh. 1:3). Karena berita ini, Nehemia berdoa kepada Allah dan meminta belas kasihan Tuhan.



Tuhan mendengar doa Nehemia dan menjawabnya. Tuhan melembutkan hati Raja Arthasasta, sehingga ia mengijinkan Nehemia pergi ke Yerusalem (ay. 7-8). Doa adalah jawaban atas segala permasalahan kita. Ketika kita berdoa, artinya kita sedang mengandalkan Tuhan. Tuhan pasti turun tangan menolong ketika kita mau merendahkan hati dan berdoa.



Doa yang berkuasa adalah doa orang benar (Yak. 5:16b). Oleh karena itu mari kita jaga kelakuan kita agar benar dan berkenan di hadapan Tuhan, supaya doa-doa kita didengar Tuhan.



2. Bertindak. Ketika Nehemia mendengar keadaan saudara sebangsanya yang menderita di Yerusalem, Nehemia bersedih dan dia berdoa untuk keselamatan saudaranya. Tetapi Nehemia tidak berhenti hanya berdoa saja. Nehemia tetap bekerja dan melayani. Bahkan ketika raja melihat kesedihannya ketika melayani dia, raja bertanya kepada Nehemia perihal masalahnya.



Nehemia takut akan per tanyaan raja, tetapi dia memberanikan diri dan bertindak untuk menjawab pertanyaan raja, sehingga dari situlah Tuhan mulai membuka jalan. (ay. 2-5). Agar hidup kita dipakai Tuhan, kita tidak cukup hanya berdoa, melainkan harus bertindak. Jika kita ingin mujizat terjadi atas permasalahan kita, kita harus berani bertindak dalam iman. Jangan sebentar berdoa, kemudian sebentar takut lalu tidak percaya.



3. Berkorban. Nehemia tidak hanya cukup berdoa dan ber tindak saja, melainkan dia siap untuk berkorban. Ketika ia mendengar keadaan saudaranya yang menderita, Nehemia memilih untuk pergi dan membantu membangun tembok Yerusalem. Padahal keadaan di Yerusalem sangat suram dan letaknya sangat jauh dari tempat dimana Nehemia tinggal.



Nehemia bersedia meninggalkan zona nyamannya untuk membantu bangsanya. Dia rela meninggalkan rumahnya, pangkatnya, pekerjaannya bahkan hartanya demi menerima panggilan Tuhan. panggilan Tuhan adalah seperti harta terpendam (Mat. 13:44-46). Jika kita mau dipakai Tuhan, kita harus meninggalkan zona nyaman kita dan mulai mengikut Yesus (Luk. 9:23).



Jadi apakah saudara mau dipakai Tuhan?. Mari mulai membangun kepekaan dengan Tuhan dan hidup sesuai rencana Tuhan. jadikan hidupmu menjadi berkat bagi orang lain.Setiap mereka yang mau mengikut Yesus harus siap untuk berkorban dan hidup seperti Yesus Kristus. [Sumber : R.A.B - Pdm. Hiruniko Ruben, M.Th/Foto : Istimewa/Editor : Prambudi].