Berita Bethel
Penulis: Pram (17/05/2016)

BEI : Tak Ada yang Bisa Ramal Pergerakan Saham Secara Tepat


PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan, tidak ada yang bisa meramal secara pasti pergerakan harga saham di pasar modal. Sehingga, tidak bisa dipastikan kapan saham tersebut akan naik atau turun.



"Sejarahnya tidak ada seorang pun yang bisa memperkirakan secara pasti pergerakan harga saham. Tidak ada yang tahu besok, bulan depan, tahun depan," ujar Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan di Jakarta, Selasa (17/5/2016).



Namun, kata dia, investor bisa memperkirakan kinerja perusahaan terbuka (emiten) meski bukan harga sahamnya. Apalagi, emiten sering merilis proyeksi kinerja hingga beberapa tahun ke depan. "Tapi perusahaan kinerja 5-10 tahun ke depan bisa dilakukan. Tentunya manajemen juga lakukan proyeksi," katanya.



Menurut Nicky, dalam berinvestasi tidak cocok dilihat dalam jangka waktu pendek apalagi harian. Namun, tidak dipungkiri ada beberapa investor yang bertindak seperti itu. "Kalau investasi tak valid lihat harga harian, tak lihat beli hari ini, jual hari ini atau minggu depan meski ada yang senang, namanya spekulasi," tutur dia.



Di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Denny R Thaher mengatakan, memulai investasi tidak perlu modal besar lagi. Karena, hanya dengan uang Rp100 ribu sudah bisa menjadi investor pasar modal, sehingga siapapun termasuk mahasiswa bisa melakukannya.



"Mahasiswa belum punya penghasilan tapi sebenarnya kalau kita mau investasi bisa mulai dengan Rp100 ribu, kalau mahasiswa pastinya punya uang jajan. Misalnya juga kita pegawai punya gaji standar gaji Rp3,5 juta/bulan, Rp100 ribu dari Rp3,5 juta bisa dilakukan," pungkasnya. [Sumber : www.sindonews.com/Foto Ilustrasi].