Berita Bethel
Penulis: Pram (20/02/2021)

Donor Plasma Konvalesen Tingkatkan Angka Kesembuhan Pasien Covid-19

Saat ini Indonesia sedang menyiapkan bank donor plasma konvalesen yang bertujuan untuk terapi pasien Covid-19 yang membutuhkan. Dalam hal ini, semua masyarakat Indonesia khususnya para penyintas Covid-19 dapat berkontribusi untuk meningkatkan angka kesembuhan.

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, hal ini juga menjadi bentuk semangat gotong royong dalam penanganan pandemi Covid-19 dimana masyarakat ikut berperan meningkatkan angka kesembuhan melalui terapi plasma convalescent.

"Dengan menjadi donor, masyarakat turut berkontribusi dalam menjunjung tinggi semangat gotong royong dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan penanganan pasien Covid-19, utamanya pada kasus gejala berat dan kritis," ungkapnya memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/1/2021) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Dengan sinergi yang baik dari seluruh lapisan masyarakat dalam penanganan Covid-19, Wiku berharap kualitas penanganan Covid-19 secara nasional dapat meningkat. Dengan kualitas penanganan Covid-19 yang semakin membaik, maka semakin banyak nyawa yang bisa diselamatkan.

Jakarta, 5 Januari 2021. Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional. [Sumber : covid19.go.id].

Apa itu Plasma Konvalesen ?. Mengutip artikel kontan.co.id, Plasma konvalesen adalah plasma darah yang diambil dari pasien Covid-19 yang telah sembuh, dan kemudian diproses agar dapat diberikan kepada pasien yang sedang dalam masa pemulihan setelah terinfeksi. Jadi, donor darah plasma konvalesen adalah donor darah dari penyintas Covid-19 untuk membantu pasien lain yang belum sembuh dari corona. 

Juru Bicara Satgas Covid-19 Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) Tonang Dwi Ardyanto mengatakan, plasma konvalesen sudah dikenal sejak lama sebagai sebuah metode terapi. "Pada berbagai kondisi, terutama pada situasi-situasi pandemi. Situasi di mana ada penyakit baru, kita belum banyak mengenal, maka dilakukan (terapi) dengan cara plasma konvalesen," kata Tonang. 

Dia menjelaskan, terapi plasma konvalesen berpijak pada pemahaman bahwa seorang penyintas infeksi, setelah sembuh akan membentuk antibodi dalam tubuhnya. 

Sementara itu, Pengurus Pusat Palang Merah Indonesia (PMI) Bidang unit Transfusi Darah dan Rumah Sakit, dr Linda Lukitasari mengungkapkan bahwa persyaratan donor darah plasma konvalesen hampir sama dengan donor darah biasa. "Seperti kriteria donor darah biasa," ujar Linda.