Berita Bethel
Penulis: Pram (10/03/2021)

Jangan Ada Perselisihan di antara Kita !

Nats 1 Korintus 3:6-9 "Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.3:8 Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah".

Apa yang saudara pikirkan saat  bertemu  dengan  seseorang  yang biasanya memimpin pujian dengan semangat, atau berkhotbah dengan sangat baik bahkan terlihat penuh dengan berbagai-bagai  karunia Roh, misalnya berbahasa Roh, bernubuat bahkan mengusir setan dan membangkitkan orang mati.

Namun,  pada kesempatan lain [ia] kedapatan sedang berkata kasar kepada orang lain, melanggar  rambu lalu lintas atau suatu tindakan yang membuat saudara kaget tidak percaya ia melakukan hal itu ?.   

Pasti ada beragam respon dari umat Tuhan. Pada umumnya umat pasti kaget dan bertanya-tanya tanpa mendapatkan jawaban yang pasti. Akhirnya pertanyaan itu dibawa kemana-mana. Namun karena pertanyaan tersebut belum terjawab, keadaan semakin diperparah manakala mereka menemukan sikap serupa yang diperlihatkan oleh umat Tuhan, hamba Tuhan yang lain. Sebagai akibatnya lama kelamaan umat Tuhan [kita] menjadi dingin dan bermasa bodoh. Yah itulah yang terjadi. 

Tentu  saja beragam pertanyaan timbul dalam benak kita manakala melihat peristiwa-peristiwa  atau perbuatan orang-orang  yang seharusnya menjadi panutan iman dalam segala hal namun realitanya  mereka justru bersikap sebaliknya. Sebenarnya  jika benar-benar mengetahui dan mengerti isi Alkitab, [kita] tidak seharusnya kita kaget apalagi menjadi dingin pada Tuhan.

Jemaat di Korintus  merupakan jemaat yang kaya dengan berbagai-bagai karunia Roh. Namun ternyata mereka masih hidup secara duniawi. Karunia- karunia Rohani menjadi ajang persaingan bahkan sampai terjadi perpecahan yang sangat tajam di antara mereka. Berkaitan dengan hal tersebut Paulus menegur mereka dengan sangat tegas. 

Paulus melihat bahwa meskipun seseorang dipenuhi berbagai-bagai  karunia rohani bahkan mungkin terlihat sangat dipakai Tuhan dalam pelayanan namun saat masih kuasai oleh persaingan tidak sehat bahkan perselisihan yang berpuncak pada perpecahan anggota tubuh Kristus, sesungguhnya  orang-orang demikian termasuk manusia duniawi dan jika tetap dalam keadaan demikian, orang-orang  demikian pasti tidak masuk Sorga. 

Bertolak dari realita di atas, maka sudahlah seharusnya kita mengambil  sikap yang baik dan Alkitabiah. Bebarapa hal yang harus kita lakukan adalah 

Pertama, sadari bahwa karunia rohani diberikan  oleh Tuhan menurut kehendak-Nya  untuk kepentingan bersama [1 Kor. 12:11,7] dan bukan untuk persaingan, apalagi menganggap  diri lebih unggul dari umat Tuhan yang lain.

Kedua, sadarilah bahwa kita semua adalah sama di hadapan Tuhan. Ketiga, Tuhan Yesus adalah alasan utama kita dalam segala kegiatan rohani. Selanjutnya marilah kita terus berjuang mematikan segala hasrat daging dalam diri kita dan mengedepankan Tuhan dan kasih-Nya.

Jika kita berhasil memahami semua ini, maka tidak akan ada perselisihan di antara kita. Berjuanglah menjadi manusia rohani yang sesuai ukuran Tuhan maka kita pasti akan menerima upah yang telah disediakan oleh Tuhan untuk umat-Nya.Memahami  Tuhan dan kehendak-Nya  membuat  kita menjadi manusia rohani. [Sumber : R.A.B-Pdm.Yudika Ziliwu, M. Th/Foto : Ilustrasi].