Berita Bethel
Penulis: Pram (25/03/2021)

Tujuan Hidup

Dalam bacaan kita di Filipi  3:12-14,  Paulus berbicara bahwa supaya engkau dapat memper tahankan hidupmu benar dan berkenan di hadapan Allah, engkau harus mempunyai dan mengenali tujuan hidupmu. Untuk apa sih engkau ada di dunia ini ?.Dalam ayat yang ke 14 bahkan Paulus berkata dia berlari-lari kepada tujuannya, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Yesus  Kristus.

Setiap kita mempunyai tujuan yaitu hadiah dari Allah dan keselamatan Jiwa (1 Ptr. 1:6-10). Anda tidak bisa berlari atau menjalani hidup tanpa tujuan, ketika Anda hidup tanpa tujuan anda seperti seorang petinju yang sembarangan memukul, bahkan diri anda pun dapat kena pukul (1 Kor.9:24-27). Inilah yang pertama harus anda pahami, sebelum saudara jauh tersesat dalam kegelapan dunia ini.

Pada ayat 12-13a  dalam surat Filipi,  Paulus tidak mau berpuas diri terhadap semua yang sudah dilakukannya dalam mengiring Yesus, bahkan dia  merasa  itu semua  belum  cukup  untuk membalas  kebaikan Tuhan. Sebagai orang percaya kita juga tidak boleh merasa berjasa dan perhitungan dengan Tuhan.

Biasanya ini yang menjadi penyakit orang percaya. Ketika dia merasa berjasa dalam mengiring Tuhan, dia akan mulai kompromi dengan hidupnya, yang akhirnya membuatnya terjatuh. Dalam 1 Raja-raja 19:1-15, Elia diintimidasi oleh Izebel, dan akhirnya dia mengasingkan diri. Ketika Tuhan menyapanya, dia menjawab: aku sudah bekerja segiat-giatnya untuk Tuhan,... Anda tidak dapat berpuas diri, karena pertandingan belum selesai.

Dalam Filipi ayat 13b, Paulus mengajarkan kita untuk melupakan apa yang dibelakang kita. Ini menunjuk  kepada segala yang dulu kita banggakan sebelum mengenal Yesus,  dan yang paling penting ini menunjuk kepada karakter lama kita. Secara sederhana, Paulus ingin menatakan supaya kita meninggalkan karakter kita yang lama.

Kita tidak bisa mempertahankan pertobatan jika karakter lama [manusia lama] kita tidak digantikan dengan manusia baru seturut dengan Firman Tuhan (Ef 4:17-32). Jika Anda tetap mempertahankan manusia lamamu sembari mengiring Yesus, itu sama saja seperti seorang yang mengemudikan mobil tetapi pandangannya terus kepada kaca spion. 

Dia tidak akan pernah maju, dan kalau pun dia maju, dia akan celaka. Anda harus berlatih supaya karaktermu semakin dibaharui seturut Firman Tuhan, seper ti seorang tentara yang harus berdisiplin untuk menghadapi perang, seperti seorang olahragawan yang berlatih supaya menang, seperti seorang petani yang bekerja keras supaya dapat menghasilkan buah pada musimnya.

Selanjutnya masih di ayat 13b, Paulus mengarahkan diri kepada apa yang ada dihadapannya. Atau dengan  kata  lain, mengarahkan  dapat  diartikan dengan  mempersiapkan dirinya untuk menghadapi apa yang ada di hadapannya. Persiapan itu sangat penting dalam hidup kita. Sukses itu hanya didapat ketika kesempatan bertemu dengan persiapan. Dan tentunya tanpa persiapan, setiap kesempatan yang kita terima akan menjadi sia-sia.

“.....Bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus” (Filipi 3:13-14). Hidup dengan tujuan akan membuatmu lebih bergairah dan bersemangat  menjalani hidup.[Sumber : R.A.B/Pdm. Hiruniko Ruben,  M.Th].