Berita Bethel
Penulis: Pram (11/05/2021)

Buah Kehidupan

“Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon- pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman:Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati” (Kejadian 3:2-3).

Bukti Allah mengasihi kita sudah ada dari saat kita membuka Alkitab kita di kitab Kejadian. Oleh kasih-Nya yang begitu besar, Ia menciptakan segala sesuatu yang sebenarnya kita sebagai manusia butuhkan.

Kita adalah makhluk kesayangan Allah,  mengapa ?, karena Ia menciptakan tempat kita tinggal, Ia menciptakan bahan makanan untuk kita makan, Ia menciptakan cuaca yang kita butuhkan. Mengapa kesayangan ?, karena semuanya ada sebelum manusia ada.

Dalam Kejadian 2, Ia menempatkan manusia dalam taman Eden yang penuh pemeliharaan  Allah. Ia ingin manusia mengusahakan dan memelihara taman itu (Kej. 2:15). Ayat kita hari ini adalah perintah Allah, yaitu Allah hanya menginginkan agar manusia selalu taat dengan apa yang telah Ia katakan. Perintah-Nya tentang buah pengetahuan yang baik dan jahat adalah cara Allah menjaga kita untuk tetap mengingat dan taat akan perintah-Nya.

Dalam Kejadian 3, disitulah disaat manusia mulai lupa dan terbuai dengan dosa. Manusia lupa akan perintah Allah dan mulai tidak taat. Ketidaktaatan manusia di taman Eden membuat manusia jauh dari Allah. Mungkin  inilah keadaan kita hari-hari ini, kita mulai tidak taat dalam beribadah atau tidak taat melakukan perintah Tuhan, atau mungkin kita lupa akan kasih Tuhan sehingga kita tidak mengasihi-Nya lagi.

Dalam ayat 3, dikatakan “Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.” Saat kita hidup mengikuti keinginan daging, keinginan mata, perasaan, keangkuhan hidup, semua yang mengikuti keinginan-keinginan manusia kita, maka kita sedang memakan buah yang sama seper ti yang Hawa makan.

Buah itu bukanlah buah yang berpengaruh baik dalam kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan. Dosa membuat manusia mati secara rohani sehingga merasa jauh dari Tuhan. Mati dalam rohani artinya manusia hidup dalam intimidasi, dalam ketakutan, mengasihani  diri sendiri, galau bahkan putus asa.

Inilah yang Adam dan Hawa rasakan begitu mereka memakan buah pengetahuan baik dan jahat, saat itu mereka langsung jatuh kedalam dosa. Rohani mereka mati dan kedagingan menguasai mereka karena itu mereka merasa telanjang, mereka malu antara satu sama lain, malu akan diri sendiri, mereka  takut menemui  Allah dan bahkan bersembunyi (Kej. 3:7-8).

Tidak ada kata terlambat untuk datang kepada Tuhan. Yakinlah bahwa kutuk dosa yang lama telah dibayar lunas oleh darah Anak-Nya yang Tunggal di kayu salib.

Inilah kasih Allah yang besar yang kesekian kalinya bagi seluruh manusia. Hari ini kita diperhadapkan  kepada buah apa yang mau kita makan. Apakah buah dosa, yaitu kedagingan dan keinginan-keinginannya yang membuat roh kita mati dan hidup jauh dari Tuhan? Atau buah kehidupan dalam Yesus.

Ketika kita makan buah kehidupan dalam Yesus, maka kehidupan Kristus akan memenuhi kita. Buah ini akan membuat hidup dalam roh, iman, kepastian, penuh sukacita, tenang dan damai sejahtera sama seperti konsep awal Allah bagi manusia. Yohanes 6:35.

Pastikan hari ini kita makan buah yang tepat !. Yang akan membuat kita kuat dan tidak lemah. Yang membawa kita kepada kehidupan dan bukan kepada kematian, yang memberikan kita kehidupan yang kekal dan bukan kebinasaan. [Sumber : R.A.B / Pdt. Joel  Berhitoe, S.Th. Foto : Ilustrasi Buah Kehidupan] .