Berita Bethel
Penulis: Pram (21/05/2021)

Esensi Pelayanan Pertama adalah Melayani Keluarga

Pondasi pernikahan yang kuat akan menghasilkan keluarga yang kuat, kemudian gereja yang kuat dan sehat, sehingga menjadi berkat bagi masyarakat. Hal itu ditegaskan oleh Pdt. Antonius Sitompul, MTh [BPH GBI] pada sesi Pelatihan Bimbingan Pra Nikah [BPN]. Pelatihan ini dipancarluaskan melalui Zoom Meeting [Rabu, 19/5]. Acara ini diadakan oleh Departemen Pembinaan Keluarga BPH GBI.

"Diharapkan melalui pelatihan ini, para peserta bisa menjadi pengajar-pengajar BPN bagi para calon pasutri yang akan menikah. Pelatihan bertujuan juga untuk mempersiapkan mereka agar memahami esensi visi dan tujuan Allah menciptakan pernikahan, sesuai nats Kejadian 1:25-28," ujarnya. 

Lebih lanjut, ia mengatakan Tuhan menciptakan keluarga sebagai institusi utama yang menjadi sandaran semua kehidupan manusia dan peradaban. Pernikahan yang dimotivasi oleh Allah untuk memuliakan Allah dengan meninggikan Tuhan dan memperluas Injil.

Namun, nara sumber mengingatkan bahwa ada rumah tangga tertentu malahan menjadi lokasi tumbuhnya kepahitan karena terjadi banyak kepahitan. Padahal, pelayanan rumah tangga ini berguna untuk membangun pondasi buat generasi yang akan datang.

Hubungan antara Allah, pernikahan, dan keluarga diuraikan secara ringkas oleh nara sumber sebagai pondasi kehidupan, bermasyarakat, berelasi dan beriman seusai dengan Kejadian 1 -2. Allah melanjutkan karya-Nya soal keselamatan bagi manusia melalui ikatan janji kepada keluarga [Kejadian 7:1; 17:7]. 

Allah merancangkan keluarga untuk dijadikan pusat kesaksian tentang perbuatan baik Allah dan pusat pemuridan bagi setiap anggota keluarga [Kejadian 18: 18-19; Ulangan 6:5-8, Efesus 6:4]. 

"Esensi pelayanan pertama adalah melayani keluarga,", ujarnya. Menurutnya, disain Allah untuk pernikahan berdasarkan Kejadian 2: 18-25. Pernikahan relasi antara Allah dengan suami dan istri. "Diperlukan kerja-sama seumur hidup untuk dapat menyatukan diri dengan cara dan pola yang benar. 

Nara sumber kemudian menegaskan bahwa jika suami dan istri jauh dari Tuhan maka hal ini akan mengakibatkan hubungan keduanya akan semakin jauh. Sebaliknya, jika suami-istri memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan, maka pasutri akan memiliki hubungan yang semakin dekat juga.

"Esensi relasi pernikahan adalah menjadikan manusia [suami - istri dan keturunannya] semakin dekat kepada Allah karena kasih.  Hubungan dalam pernikahan harus dibangun di atas komitmen," pungkasnya.