Berita Bethel
Penulis: Pram (10/06/2021)

Gereja Perlu Lakukan Penyesuaian dengan Keadaan Terkini

Owen Sandjoto [The Discipleship Opportunity, GBI Gilgal] memiliki pandangan bahwa penting buat Gereja untuk melakukan pemuridan buat generasi muda. Ia kemudian mengutip nats   Mazmur 78 : 4  kami tidak hendak sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada TUHAN dan kekuatan-Nya dan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya.

Menurutnya, tujuan dari pemuridan itu adalah menggembalakan, membangun hubungan reaksional dengan generasi muda. Untuk itu, katanya [gereja] perlu melakukan penyesuaian berkaitan dengan keadaan terkini. [Gereja] perlu membangun team pengembangan khusus guna mengembangkan hal-hal yang baru. Selanjutnya, [gereja] mengutus generasi muda.

Sesi sebelumnya, Ps. Samuel Anton [Voice of The Generation, Unlimited Fire Youth] menyampaikan pandangannya tentang "Tantangan Generasi Muda di Era Digital". Pertama, ia menilai bahwa ada kejenuhan anak-anak muda dalam pelayanan yang dilakukan via online. "Awal-awal grafik baik, namun sekarang ini di tayangan live instagram, youtube, Zoom, Google Meet," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mendapati 60-70 % peserta layanan online mematikan screen [kamera]. Bahkan, sembari mengutip hasil survei Barna Research ia prihatin dengan kondisi anak muda yang mengalami kejenuhan dengan pelayanan digital.

Solusi permasalahan di atas menurutnya adalah gereja memberikan respons dengan cara menggelar acara secara onsite [off line]. "Gereja masa depan berkomposisi hybrid church," ujarnya. Bila gereja masih menjalanan layanan rohani berbentuk online, maka gereja bisa fokus ke tayangan, mempersingkat durasi.

"Gereja adalah suatu komunitas yang terhubung dengan next gen akan lebih bertumbuh dari pada gereja yang mengumpulkan next gen. Kumpulan tanpa sertakan sentuhan secara pribadi akan menghasilkan kejenuhan," tegasnya. 

Ps. Andreas Nawawi [Thinking Generations] menyampaikan sambutan singkat sebagai pembuka yakni soal pencurahan Roh Kudus yang terjadi pada masa kala itu dan terjadi juga pada masa kini.

"Anak-anak muda perlu pegangan," tegasnya. Ia pun mengatakan hal ini sebab 50 % anak-anak muda meninggalkan gereja berdasarkan data dari salah satu lembaga riset Kristiani yang kredibel di tanah air. Acara ini bertemakan Church In The New Landscape Generation via online [Zoom].