Berita Bethel
Penulis: Pram (13/06/2021)

Awasilah Dirimu !

“Awasilah Dirimu sendiri dan awasilah dirimu sendiri .... karena dengan berbuat demikian engkau menyelamatkan dirimu sendiri...” (1 Timotius 4:16). Sikap waspada sesuai Firman adalah awal hidup kekal. Saya sarankan saudara membaca seluruh isi perikop ini. Di  sana kita dapat melihat bagaimana Paulus memprediksi  melalui Roh Kudus  bahwa suatu waktu akan muncul orang-orang yang dikuasai oleh kedagingannya. 

Hidup menurut kebenaran  sendiri dan bukan berdasarkan Firman meskipun mereka mengaku sebagai orang percaya Tuhan, beriman dan beragama. Namun oleh sifat tersebut mereka menyebarkan ajaran- ajaran yang menyimpang yang kedengarannya sangat masuk akal.

Harus diakui jika cara hidup kita sangat ditentukan oleh masukan- masukan yang diterima  pikiran kita. jika yang masuk dalam pikiran kita adalah rumah mewah, mobil mewah, hal-hal mewah, tentu gaya hidup kita akan berusaha mewah dan uang menjadi segalanya. Jika hidup kita diisi oleh hal yang sia-sia, tentu kita juga akan mengejar hal yang sia-sia.

Oleh karena itu kita perlu mengawasi  diri kita sendiri, dengan  cara mengawasi apa yang masuk ke dalam pikiran kita. Jangan  sampai yang masuk dalam pikiran kita adalah hal-hal yang membuat kita semakin jauh dari Tuhan dan akhirnya membuat  kita mencintai diri sendiri dan dunia ini, karena dunia dan segala isinya adalah fana dan akan berakhir.

Menghadapi orang dan zaman yang demikian, Paulus mengingatkam anak rohaninya, kita pada hari ini agar tetap waspada dengan cara tekun membaca dan belajar Firman secara baik dan benar.

Tujuannya adalah agar kita semua memiliki pegangan  yang kuat tentang ajaran Firman Tuhan yang benar sehingga tidak mudah disesatkan. Firman Tuhan menjaga kita agar tetap berada dalam kebenaran, dan kebenaran menuntun kita agar sampai  pada kekekalan. 

Selain itu Paulus juga mengingatkan agar kita mengawasi  diri kita sendiri. Tentu mengawasi diri sendiri juga harus punya acuan yang benar, yaitu kebenaran Firman Tuhan. Hanya orang yang tahu Firman Tuhan yang bisa mengawasi diri sendiri dalam kebenaran.  Hal yang sama juga ia pernah sampaikan kepada jemaat di Efesus sebab hari-hari  ini adalah jahat. Dengan cara demikian kita akan menyelamatkan  diri kita sendiri.

Saudaraku, sesuai dengan ajaran tersebut di atas maka inilah waktunya kita memperhatikan hidup kita dengan seksama. Jangan lebih banyak memperhatikan, mengingat dan mengkritik kesalahan atau cara hidup orang lain. Berilah  perhatian yang besar terhadap pertumbuhan imanmu sendiri. 

Selalu berikan porsi lebih besar pada proses introspeksi diri agar kita dapat menyelaraskan hidup dan tindakan kita dengan kehendak Tuhan. Ingatlah, bukan semua orang yang berseru “Tuhan, Tuhan,” atau orang beragama yang masuk Sorga melainkan hanya mereka yang melakukan kehendak Bapa (Matius 7:21-24). Oleh sebab itu agar pengiringan dan pelayanan kita kepada Tuhan tidak percuma, maka awasilah dirimu sendiri senantiasa. [Sumber : R.A.B  -Pdm. Yudika Ziliwu, M. Th].